Breaking News:

Seorang Kakek di Subang Mengaku Bisa Menggandakan Uang, Ternyata Pengedar Uang Palsu

Awalnya korban diceritakan soal menangani proses ritual penggandaan uang oleh kedua pelaku sehingga akhirnya korban tertarik

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Irvan Maulana
Tumpukan uang palsu pecahan Rp 100.000 disita Satreskrim Polres Subang dari pelaku penggandaan uang, Kamis (10/6/2021). Uang palsu itu diperkirakan mencapai 200.000 lembar. 

“Setelah melakukan penyelidikan oleh Sat Reskrim Polres Subang, kami menangkap pelaku SRJ, ia merupakan seorang kakek yang berperan sebagai orang pintar dalam ritual penggandaan uang," kata Kapolres.

Baca juga: Uang Rp 11 Miliar Ditemukan dalam Karung dii Gubug Tengah Sawah di Indramayu, Ternyata Uang Palsu

Pelaku NCS saat ini masih dalam pengejaran polisi. "Pelaku yang merupakan seorang kakek ini kami amankan di wilayah Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu. Kedua pelaku terancam delik pidana Undang-Undang RI Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang, Pasal 3 Ayat 3 dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 50 miliar," ujarnya.

Barang bukti yang diamankan adalah uang palsu sesuai dengan hasil uji lab Bank Indonesia, uang dengan pecahan Rp 100 ribu, dengan total sekira 200 ribu lembar, satu unit telepon genggam, dan tas berwarna hitam.

Kedua pelaku mendapatkan uang palsu tersebut dari jaringan atau sindikan peredaran uang palsu di wilayah Indramayu, yang pelakunya juga sudah diamankan Polres Indramayu.

Selanjutnya, Kapolres mengimbau agar masyarakat waspada dengan modus peredaran uang palsu tersebut.

"Kami harapkan masyarakat juga teliti dalam bertransaksi menggunakan uang secara fisik. Bagi masyarakat Subang yang mendapat informasi terkait peredaran uang palsu, kami harap tidak ragu untuk segera melapor ke kepolisian terdekat," kata AKBP Aries Kurniawan Widiyanto.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved