Breaking News:

Selama Priode Januari - Mei Tercatat Ada 71 Bencana Alam di Kota Sukabumi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi telah mencatat sebanyak 71 kejadian yang terjadi di wilayahnya

Istimewa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi telah mencatat sebanyak 71 kejadian yang terjadi di wilayahnya 

SUKABUMI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi telah mencatat sebanyak 71 kejadian yang terjadi di wilayahnya sejak bulan Januari hingga Mei 2021. Jumlah taksiran keruannya diperkirakan mecapai Rp 1.395.887.500, dengan luas area terdampak 7.112 M2 dengan 43 Jiwa.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami menjelaskan, sepanjang lima bulan itu tercatat kejadian banjir sebanyak 10 kali dengan luas terdampak 4127 meter persegi, dan memakan kerugian sekirar Rp 139, 4 juta. Cuaca ekstrem sebanyak 30 kali , kerugian sekitar Rp 371,15 juta, dan luas area terdampak sekitar 2147 meter persegi.

Kemudian kejadian gempa 1 kali dirasakan di seluruh wilayah Kota Sukabumi. Sedangkan untuk kejadian kebakaran sebanyak 13 kali dengan nilai kerugian kisaran Rp 567,5 juta, dengan luas area terdampak 286 meter persegi.

"Kemudian bencana tanah longsor terjadi 17 kali, taksiran kerugia sekitar Rp 257,8375juta, dan area terdampak seluas 552 meter persegi,"beber Zulkarnain, melalui keterangan tertulisnya, kemarin (10/6).

Zulkarnain merincikan, sebanyak 71 kejadian bencana tersebut tersebar di tujuh kecamatan yang ada di Kota Sukabumi. Untuk di Kecamatan Baros terjadi empat kali kejadian bencana, area terdampak seluas 307 meter persegi , dengan nilai kerugian sebanyak Rp 36, 5 juta.

Di Kecamatatan Lembursitu terjadi 15 kali bencana, kerugiannsekitar Rp 230, 1 juta, berdampak terhadap area seluas 1.431 meter persegi. Kecapmatan Cibeureum 5 kali kejadian bencana, area terdampak seluas 385 meter persegi dengan kerugian sekitar Rp .44, 25 juta. Kecamatan Citamiang 6 kali kejadian bencana, dengan kerugian sekitar Rp 80 075 juta, area terdampak seluas 298 meter persegi.

Kecamatan Warudoyong 10 kali kejadian bencana dengan kerugian sekitar Rp 181,5 juta dan area terdampak seluas 2946 meter persegi. Kemudian, di Kecamatan Gunung Puyuh terjadi 16 kali kejadian bencana dengan kerugian sekitar Rp 246,6875 juta, luas area terdampak 686 meter persegi, seterusnya di Kecamatan Cikole terjadi 14 kali kejadian bencana dengan kerugian sekitar Rp 576.775 juta, area terdampak seluas 1139 meter persegi.

"Kejadian bencana terbanyak berada di wilayah Kecamatan Gunungpuyuh dengan 16 bencana, sedangkan untuk jumlah taksiran kerugin akibat bencana terbesar di Kecamatan Cikole yang mencapai Rp Rp 576.775 juta,"ungkapnya.

Zulkarnain menambahkan, untuk menangani sejumlah kejadian bencana di wilayah Kota Sukabumi sebetulnya BPBD masih kekurangan personil. Sehingga diperlukan penambahan sekitar 15 orang.

"Ideal nya harus ditambah. Namun, saat ini masih tertangani karena ada bantuan oersonil dari para penggiat peduli bencana yang ikut membantu saat penanganan di lapangan,"pungkasnya.

Editor: bisnistribunjabar
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved