Breaking News:

Pengusaha Wedding Organizer di Cianjur Minta Kelonggaran dari Kebijakan Edaran Larangan Hajatan

Pekan depan pihaknya bersama dengan rekan sesama pengusaha wedding organizer akan memohon audiensi dengan bupati Cianjur

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Ferri Amiril Mukminin
Aang dan Fauzi , vendor wedding organizer di Kabupaten Cianjur 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Pengusaha wedding organizer atau panitia pernikahan meminta kelonggaran dari pemerintah Kabupaten Cianjur terkait surat edaran yang melarang adanya acara hajatan yang mengundang kerumunan.

Hal tersebut diungkapkan para pengusaha wedding organizer lantaran pada akhir pekan ini semua persiapan telah selesai dilakukan.

Mereka curhat bukan bermaksud menentang kebijakan atau surat edaran tersebut, namun karena semua persiapan sudah dilakukan selama sebulan terakhir dan surat edaran larangan baru keluar.

"Bukan kami tak menghormati surat edaran yang keluar kemarin, tapi semua persiapan untuk akhir pekan ini sudah selesai tinggal memulai, jadi kami akan tetap melangsungkan acara dengan tetap mengedepankan dan merujuk kepada surat himbauan yang kami terima dengan lebih memperketat prokes serta mengurangi jumlah undangan," ujar Dede Kurnia atau yang akrab disapa Aang Catering saat ditemui di kawasan Panembong, Kamis (10/6/2021).

Aang mengatakan, pekan depan pihaknya bersama dengan rekan sesama pengusaha wedding organizer akan memohon audiensi dengan bupati Cianjur untuk meminta kelonggaran dan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam setiap even.

"Selama ini protokol kesehatan selalu kami terapkan, pekan depan kami juga sudah mengajukan untuk audiensi dengan bupati Cianjur, semoga ada celah bagi kami untuk tetap memutar roda perekonomian," katanya.

Baca juga: Ciamis ZONA MERAH Lagi Gara-gara Penerapan Protokol Kesehatan Kendor, Tingkat Kematian Juga Tinggi

Aang mengatakan, setelah pandemi menggempur usaha panitia pernikahan selama setahun terakhir, awal tahun ini para vendor pernikahan kembali mulai merintis.

"Kami baru bangkit dari keterpurukan, tentu banyak jadwal ulang yang baru kami laksanakan setelah setahun kemarin tak bisa menggelar acara," kata Aang.

Aang berharap, pemerintah bisa memberi kelonggaran dengan catatan protokol kesehatan diterapkan dengan ketat.

Hal senada disampaikan oleh Fauzi Derajatulloh seorang vendor Fotografer acara pernikahan.

Ia mengatakan, sisi perekonomian yang dilibatkan dalam wedding organizer cukup banyak.

"Satu acara pernikahan bisa melibatkan banyak vendor, ada sisi perekonomian yang bergerak di dalamnya, nanti kami juga akan memohon kepada pemerintah untuk memberi kelonggaran meski harus dengan protokol kesehatan yang ketat," kata Fauzi.

Baca juga: Resepsi Pernikahan UAS dan Fatimah Az Zahra Mempesona Berkonsep Arabian Wedding, Digelar Tertutup

Fauzi mengatakan, hal yang sulit untuk vendor adalah mengembalikan psikologis keluarga calon pengantin untuk menggelar acara pernikahan.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved