Breaking News:

Musim Kemarau, Petani di Pangandaran Tanam Cabai di Lahan Sawah Kering

Menurutnya, cabai baja bisa hidup di lahan yang kekurangan air. Buah cabai jenis ini memiliki ukuran yang lebih besar daripada jenis cabai lainnya.

Tribun Jabar/Padna
Sekelompok warga menanam cabai baja di lokasi Dusun Tenjosari, Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (10/6/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN- Sekelompok warga di Dusun Tenjosari, Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, memanfaatkan lahan sawah kering untuk menanam cabai baja.

Pegiat kelompok tani, Tarli, mengatakan penanaman cabai baja sebagai upaya untuk tetap bertani di musim kemarau.

Menurutnya, cabai baja bisa hidup di lahan yang kekurangan air. Buah cabai jenis ini memiliki ukuran yang lebih besar daripada jenis cabai lainnya.

"Cabe baja ini artinya, kuat. Kuat dari hama penyakit dan tahan lama. Jika kita mengirim ke luar daerah seperti ke Jakarta, atau daerah lainnya itu kuat, tidak akan busuk," ujar Tarli saat ditemui Tribunjabar.id di lahannya, Kamis (10/6/2021).

Ia mengatakan butuh waktu tiga hingga bulan untuk memanen cabai baja yang ditanam sekarang.

Tarli menyebut permintaan untuk cabai jenis ini cukup tinggi dan cukup menguntungkan petani dan penjual.

Baca juga: Anjlok Setelah Lebaran, Harga Cabai di Tingkat Petani di Ciamis Masih Terpuruk

"Karena (daya tahannya) ketika pemasaran, mereka (pedagang di pasar) ada jeda waktu untuk menjual," kata Tarli.

Halaman
12
Penulis: Padna
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved