Breaking News:

Kisah Tragis Bocah 13 Tahun Dikubur Hidup-hidup Tante & Paman, Diinjak-injak saat Dimasukkan Lubang

Bukannya mendapat perawatan saat ditinggal ayahnya yang mendekam di penjara, dia bersama adiknya AL (11) justru mendapat penyiksaan.

Tribun Pekanbaru
Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto SIK MM pimpin konferensi pers terkait pembunuhan terhadap seorang anak perempuan berusia 13 tahun, Selasa (8/6/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kisah tragis dialami dua bersaudara di Kuansing, Provinsi Riau.

Dua bocah, ML 13 tahun dan adiknya, AL 11 tahun menjadi korban keberingasan paman dan bibinya.

Keduanya menjadi pelampiasan dendam sang bibi pada orangtua kedua bocah tersebut.

Sang bibi dendam pada orangtua keduanya atas kasus pembunuhan yang dilakukan ayah kedua anak tersebut.

Suami lama sang bibi diketahui dibunuh ayah kedua anak tersebut.

ML, 13 tahun ditemukan sudah menjadi kerangka sementara AL mengalami luka berat seperti patah tulang hidung dan alat vital dirusak.

Menurut penuturan AL, sang kakak yakni ML dikubur hidup-hidup oleh bibi dan pamannya.

Sehari sebelum dikubur hidup-hidup, jari ML dipotong oleh para pelaku dan diminta tidur di luar rumah.

ML  dikubur hidup-hidup di area perkebunan karet.

Hal itu berdasarkan kesaksian AL yang menceritakan semua penyiksaan yang dialami dia dan kakaknya selama ini.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved