Breaking News:

Ganti Rugi Lahan Waduk Kuningan, Anggota Dewan Sebut Masih Banyak Warga Belum Dapat Ganti Untung

Ganti rugi lahan warga terdampak pembangunan Waduk Kuningan di Kabupaten Kuningan belum selesai

Tribun Jabar / Ahmad Ripai
Warga terdampak pembangunan Waduk Kuningan 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN – Ganti rugi lahan warga terdampak pembangunan Waduk Kuningan di Kabupaten Kuningan belum selesai

Kepala Bidang Pertanahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pertanahan Pemkab Kuningan , Rangga Apriana mengatakan bahwa proses ganti rugi lahan warga terdampak Waduk Kuningan sedang dalam proses.

“Untuk soal pembayaran lahan warga yang terdampak pembangunan Waduk Kuningan, sudah kami masukan dalam Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN)," kata Rangga Apriana saat ditemui di Kuningan, Kamis (10/6/2021).

Dia mengatakan, untuk jumlah lahan warga yang akan diganti rugi dan diajukan ke LMAN sebanyak 18 bidang tanah.

“Untuk lahan warga lengkap surat itu ada 18 bidang dan 14 lahan warga dengan kategori tanah timbul. Saat ini, prosesnya telah memasuki tahapan pembahasan serta kesepakatan. Semoga sebelum jatuh tempo penyelesaian pada tanggal 14 Juni semua sudah beres dan lokasi Waduk Kuningan siap beroperasi,” ungkapnya.

Dalam pelunasan atas ganti rugi lahan warga, itu melibatkan pihak lain.

“Penyelesaian masalah dengan warga akibat pembangunan Waduk Kuningan, kami juga melibatkan BPN dan BBWS Cimanuk - Cisanggarung ," katanya.

Adapun desa yang terdampak Waduk Kuningan saat ini disebut desa miliarder karena akan mendapat duit dari ganti rugi lahan terdampak proyek. Warga juga sudah mulai pindah.

Anggota DPRD Kuningan, Sri Laelasari mengaku bangga pada warga terdampak yang mendukung proyek tersebut.

“Soal tindakan masyarakat disana, kami sangat bangga pada jiwa warga untuk mengiklaskan daerah kelahirannya di tinggalkan selamanya," kata Sri.

Dengan sika jiwa besar warga, harus disambut dengan kesigapan pemerintah dalam memberikan ganti rugi yang sesuai.

"Apapun itu harus mendapat perhatian dari pemerintah, terutama dalam hal ganti untung lahan warga disana,” kata Sri.

Di sisi lain, ia mengaku masih mendapat laporan dari warga yang belum mendapat ganti untung.

“Kami menemukan sejumlah bidang lahan warga yang belum mendapat ganti untung. Jumlahnya kalau gak ada 18 bidang tanah, “ujarnya.

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mega Nugraha
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved