Breaking News:

Sederet Rencana Perumda Farmasi Atasi Soal Keuangan, Perbaiki Gedung Hingga Tambah Dokter Spesialis

Perumda Farmasi Ciremai Kota Cirebon menyiapkan rencana untuk mengatasi masalah perusahaan seperti renovasi gedung, penambahan dokter spesialis, dan

Tribuncirebon.com/Ahmad IB
Suasana rapat Komisi II DPRD Kota Cirebon bersama Perumda Farmasi Ciremai Kota Cirebon di Griya Sawala DPRD Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Selasa (8/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Perumda Farmasi Ciremai Kota Cirebon menyiapkan sejumlah rencana untuk mengatasi permasalahan perusahaan.

Rencana tersebut dituangkan dalam program kerja 2021 dan disampaikan dalam rapat bersama Komisi II DPRD Kota Cirebon di Griya Sawala DPRD Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Selasa (8/6/2021).

Direktur Umum Perumda Farmasi Ciremai Kota Cirebon, Emirzal Hamdani, mengatakan, secara garis besar ada tiga program kerja utama yang disiapkan jajarannya.

Di antaranya, renovasi gedung, penambahan dokter spesialis hingga mencari investor untuk membantu keuangan perusahaan.

Baca juga: Komisi II DPRD Kota Cirebon Tolak Rencana Perumda Farmasi Datangkan Investor, Ini Alasannya

"Gedung yang digunakan sekarang sangat tidak representatif difungsikan sebagai apotek sekaligus praktik klinik," ujar Emirzal Hamdani.

Selain itu, pihaknya berencana menambah enam dokter spesialis sehingga membutuhkan ruang klinik yang lebih mendukung.

Selain itu, kondisi perusahaan juga sedang tidak sehat ketika ia didapuk menahkodai BUMD tersebut.

Namun, menurut dia, perusahaan tetap bisa berjalan karena bergantung dari praktek dokter yang terikat kerja sama dengan Perumda Farmasi Ciremai Kota Cirebon.

"Korelasi renovasi infrastruktur ini mendukung adanya penambahan dokter spesialis. Jika banyak dokter, maka banyak resep obat," kata Emirzal Hamdani.

Baca juga: Ada Perubahan Aliran Air Bagi 120 ribu pelanggan Perumda Tirtawening

Karenanya, pihaknya berencana mendatangkan investor untuk menyelamatkan keuangan perusahaan.

Namun, rencana tersebut ditolak Komisi II DPRD Kota Cirebon karena dikhawatirkan kesulitan mengembalikan modalnya.

"Tujuannya bukan penyertaan modal dulu, tapi jangan sampai enam bulan ke depan mandek, sehingga kami memaksimalkan kondisi yang ada, tidak bergantung pada pemerintah," ujar Emirzal Hamdani.  (*)

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Darajat Arianto
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved