Kamis, 16 April 2026

Komisi V Pelajari Pergub Perubahan Status SMK Menjadi BLUD Ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur

Dengan dirubahnya SMK menjadi BLUD dapat meningkatkan kompetensi siswa sesuai dengan standarisasi dunia industri

istimewa
Pimpinan dan Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat saat peninjauan lapangan ke SMKN 1 Buduran Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur untuk membahas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diubah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Rabu, (09/06/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dilatarbelakangi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang sedang membahas mengenai Peraturan Gubernur (Pergub) tentang status kelembagaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang akan dirubah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRD) Provinsi Jawa Barat mengunjungi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk membahas dan menggali informasi akan hal itu di provinsi lain.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Achmad Ruyat, mengatakan dengan dirubahnya SMK menjadi BLUD dapat meningkatkan kompetensi siswa sesuai dengan standarisasi dunia industri serta mengatakan hubungan antarlembaga.

"Dengan kunjungan ini akan ada kekuatan kelembagaan untuk menjadikan SMK menjadi BLUD, sehingga betul betul dapat meningkatkan kompetensi siswa dengan standarisasi dunia industri," katanya di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Selasa, (8/6).

Ru'yat menyebut, nantinya harus ada sinkronisasi antara Komisi V dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dalam hal perumusan pergub tersebut agar sistem yang dibuat dapat berjalan dengan baik.

"Kami berharap hal ini bisa ditindaklanjuti dengan sinkronisasi antara Komisi V dengan Dinas Pendidikan Jabar dalam pembentukan SMK menjadi BLUD," tuturnya.

Diketahui, sejauh ini ada 35 SMK di Jawa Barat yang akan disiapkan menjadi BLUD dan dalam kunjungan tersebut, Achmad Ru'yat didampingi juga oleh Pimpinan dan Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat.

Peraturan Gubernur Provinsi Jawa Timur untuk SMK Negeri BLUD sudah ditetapkan sejak tahun 2018 silam. Menindaklanjuti hal itu, Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat mengunjungi SMKN 1 Buduran Sidoarjo yang telah menjadi BLUD untuk meninjau serta mempelajari role model SMK BLUD.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Asep Wahyu Wijaya mengapresiasi keberadaan SMKN 1 Buduran ini, Asep juga mengatakan sekolah tersebut bisa menjadi role model yang sempurna untuk diimplementasikan pada SMK di Jawa Barat.

"Saya sangat mengapresiasi SMKN 1 Buduran Sidoarjo ini, kami berkesempatan berkeliling bisa melihat hasil karya siswa disini berupa Cafe, Hotel, Tata Busana serta Tata Boga yang memiliki standarisasi industri, hal ini bisa menjadi role model untuk diterapkan di SMK Negeri di Jawa Barat," katanya di SMKN 1 Buduran Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu, (9/6).

Asep menambahkan, SMK BLUD bisa menjadi solusi bagi para lulusannya untuk bisa bersaing di dunia industri yang memiliki keahlian agar dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

"Kami rasa keberadaan SMK BLUD bisa menjawab tantangan dunia industri bagi para lulusan SMK serta para lulusannya bisa bekerja dan mempunyai wirausaha sendiri," tambahnya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya juga mengatakan setelah difasilitasi oleh Pergub, BLUD SMK Negeri di Jawa Timur memiliki sistem yang lebih baik dan lebih profesional dan hal tersebut memberikan semangat baru bagi para civitas di dalamnya.

"Sejak tahun 2018 di Provinsi Jawa Timur sekolah-sekolah SMK Negeri yang telah memiliki sistem yang bagus di fasilitasi oleh Peraturan Gubernur menjadi Sekolah BLUD, dimana ada perbedaan pengelolaan keuangannya yang lebih profesional sehingga mempunyai semangat yang tinggi bagi civitas didalamnya," ucap Abdul Hadi.

Menurutnya, perubahan SMK menjadi BLUD juga mempengaruhi bagi para siswa nya yang dapat menjadikan mereka memiliki kompetensi diatas rata-rata karena SMK BLUD bisa lebih profesional serta meringankan APBD, untuk itu Jawa Barat harus mencontoh keberadaan SMK BLUD di Provinsi Jawa Timur.

"Dampak SMK BLUD bagi para siswa bisa mempunyai kompetensi yang diatas rata-rata, disisi lain SMK BLUD bisa meringankan APBD karena keuangan mereka kelola sendiri serta bisa dialokasikan untuk kepentingan sekolah itu sendiri, Jawa Barat harus mencontoh SMK BLUD di Provinsi Jawa Timur," tuturnya. (adv)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved