Breaking News:

Keluarga Korban Debt Collector Meninggal Setelah Dikeroyok Warga Minta Kepolisian Mengusut Tuntas

Keluarga korban debt collector yang meninggal seusai diteriaki begal di Sagalaherang, Kabupaten Subang, minta pihak kepolisian mengusut tuntas perihal

Twitter
ILUSTRASI - Tangkapan layar video seorang pria yang dikeroyok 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TIBUNJABAR.ID, SUBANG - Keluarga korban debt collector (DC) yang meninggal dunia seusai diteriaki begal di wilayah Sagalaherang, Kabupaten Subang, pada Jumat (4/6/2021), minta pihak kepolisian mengusut tuntas perihal kejadian tersebut.

Kakak korban, Sarpin, ketika ditemui di kediamannya di Dusun Anggaranu, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang, Rabu (9/6/2021), mengatakan, ia mendapatkan kabar nahas yang menimpa sang adik pada Sabtu (5/6/2021) dini hari.

"Saya tahunya dari teman dia pas di rumah sakit Pamanukan," ujar Sarpin ketika ditemui Tribun.

Baca juga: Detik-detik Debt Collector Tewas Dikeroyok Saat Tarik Motor Warga Ujungberung, Ia Sempat Ditabrak

Lantas ia bersama anak korban Vitri mendatangi rumah sakit Pamanukan, namun lagi-lagi kabar tak menyenangkan diterima keluarga korban dari pihak rumah sakit.

"Kata orang rumah sakit, kondisi korban sudah kritis, pihak rumah sakit pamanukan tidak sanggup lalu menyarankan kami agar membawa korban ke rumah sakit Siloam Purwakarta," paparnya.

Dengan dasar rujukan dari rumah sakit Pamanukan, Sarpin lantas membawa korban ke rumah sakit Siloam, "Menurut pihak rumah sakit ada luka memar bagian belakang kepala yang mengenai syaraf," kata dia.

Sementara anak korban, Vitri mengatakan, sang ayah pamit pada Jumat (4/6/2021) sore, namun Vitri tidak tahu sang ayah akan pergi mencabut sepeda motor milik salah satu kreditur, karena, sepengetahuannya sang ayah sudah berhenti menjadi seorang DC dan saat ini berprofesi sebagai tukang ojek.

"Bapak udah berenti kerja itu, dulu sih lumayan lama jadi debt collector, cuma kemarin itu katanya diajak temennya, malah saya juga gak tau kalau bapak mau nyabut motor," ujar Vitri.

Baca juga: Debt Collector Tewas usai Tarik Motor Warga Ujung Berung, Dikeroyok Warga di Pasar Sagalaherang

Setelah tahu kondisi sang ayah, Vitri yang merupakan putera semata wayang lantas mengabari sang ibu yang saat ini tengah bekerja sebagai asisten rumah tangga di Arab Saudi.

"Sebelum meninggal juga sudah dikabari, pas meninggal juga ibu tau, terus paman dianter sama BPD Desa pergi ke Polres bikin laporan," katanya.

Vitri juga berharap pihak terkait bisa mengusut tuntas kasus tersebut, "Itu kan saya liat di video, bukan cuma dihajar tapi di tabrak juga, yang namanya keluarga pasti berharap para pelaku diadili sesuai hukum," ujar Vitri. (*)

Penulis: Irvan Maulana
Editor: Darajat Arianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved