Breaking News:

Jasa Melukis Pakain Airbrush Pangandaran Bertahan di Tengah Pandemi, Pakai Cara Ini untuk Jualan

Penjual jasa melukis pakain airbrush dari Pangandaran ini tetap bertahan dan berkaya meski orderan menurun sejak pandemi Covid-19.

Penjual jasa melukis pakain airbrush dari Pangandaran ini tetap bertahan dan berkaya meski orderan menurun sejak pandemi Covid-19. 

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Mang Arif (49), merupakan seorang pelukis pakaian rumahan dengan menggunakan Airbrush.  Dalam melukis pakaian dan penjualan jasanya, hari harinya mang Arif ini dibantu oleh anaknya yaitu Karekha Mauzi (23).

Mereka berdua warga kampung Patrol, Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. 

Mang Arif melukis semua pakaian dengan Airbrus sesuai pesanan, atau desain gambarnya sesuai keinginan konsumen.

Menjadi tukang pelukis airbrush pakaian, mang Arif ini sudah hampir sekitar 20 tahun dan kini teknik melukisnya diturunkan ke Karekha Mauzi.

Baca juga: Cerita Hendra Pelaku Bisnis Fesyen Manfaatkan Pasar Digital Siasati Pandemi Covid 19

Sebelum pandemi Covid-19, mang Arif kebanjiran pesanan hingga lebih dari 1000 pakain untuk setiap bulannya.

Namun, semenjak pandemi Covid-19 dua tahun ini pemesanan konsumen menurun hingga 60 persen.

Untuk penjual jasa melukis pakaian dengan Airbrus, sekarang dibantu anaknya. 

Meski permintaan menurun drastin sejak pandemi, tyak menjadikan Arif patah semangat.

Ia mencoba cara online, menjadi alternatif terkhir untuk bisa tetap berkarya dan bertahan hidup.

Karekha Mauzi (23) menyampaikan, biasanya untuk jasa untuk Airbrush per satu pakaian atau kaos itu harganya Rp 9 ribu.

Halaman
123
Penulis: Padna
Editor: Siti Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved