Breaking News:

Wawancara Eksklusif, Ketua Puskopti Jabar: Kekhawatiran Perajin Tahu Bukan Kenaikan Harga Kedelai

PERAJIN tahu dan tempe sempat mogok produksi akibat terus melambungnya harga bahan baku berupa kedela.

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Pabrik tahu di dearah Lingkungan Andir saat memproduksi tahu kuning. Kekhawatiran Perajin Tahu Bukan Kenaikan Harga Kedelai 

PERAJIN tahu dan tempe sempat mogok produksi akibat terus melambungnya harga bahan baku berupa kedela.

Namun, kini, mereka kembali berproduksi.

Agar bisa bertahan, mereka mengecilkan ukuran.

Ada juga yang terpaksa mengurangi produksi karena tak sanggup membeli kedelai dalam jumlah biasa.

Dampaknya tentu berantai.

Bukan saja pada pengurangan omzet, tapi juga pada serangkaian langkah efisiensi lainnya, termasuk pengurangan jumlah tenaga kerja.

Lantas, bagaimana kondisi para perajin tahu dan tempe itu hari-hari ini?

Benarkah kenaikan harga kedelai sebenarnya bukanlah sesuatu yang sangat dikhawatirkan oleh para perajin tahu dan tempe?

Lalu, apa yang sebenarnya mereka khawatirkan?

Berikut wawancara eksklusif jurnalis Tribun Jabar, Cipta Permana, dengan Ketua Pusat Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Puskopti) Jawa Barat, Asep Nurdindi, di Kantor Puskopti Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 651, Kota Bandung, Rabu (3/6/2021).

Halaman
1234
Penulis: Cipta Permana
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved