Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Lancar, 91 Persen Orang Tua Izinkan Anaknya Belajar di Sekolah

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di wilayah Kota Bandung sudah berjalan hari kedua dengan lancar. Dalam sehari ada 34 sekolah baik SD

ILUSTRASI Uji coba pembelajaran tatap muka terbatas 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di wilayah Kota Bandung sudah berjalan hari kedua dengan lancar. Dalam sehari ada 34 sekolah baik sekolah dasar maupun menengah pertama yang melangsungkan PTMT.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan SD pada Dinas Pendidikan Kota Bandung, Bambang Heryanto mengatakan pada hari pertama dan kedua simulasi PTMT jumlahnya sama yakni 34 sekolah. Sekolah yang telah laksanakan simulasi PTMT ialah sekolah yang sudah memenuhi 30 indikator standarisasi yang ditetapkan, seperti adanya kelompok protokol kesehatan, kelompok pembelajaran dan pembagian mata pelajaran, kelompok guru, kelompok siswa, desain kedatangan, dan kepulangan siswa.

Baca juga: Ini Strategi Sekolah yang Laksanakan PTMT di Kota Bandung, Ada yang Gunakan Konsep Hybrid Learning

"Sekolah favorit enggak menjamin bisa lakukan simulasi PTMT jika tak penuhi indikator standarisasi yang telah ditetapkan. Alhamdulillah selama dua hari simulasi berjalan lancar dan sangat baik respons dari sekolah, siswa, dan orangtua," ujarnya di Kota Bandung, Selasa (8/6/2021).

Ketika disinggung terkait pemakaian masker oleh siswa saat melakukan simulasi PTMT, Bambang menyebut setiap sekolah sudah diimbau untuk menyediakan cadangan masker guna mengantisipasi adanya siswa yang tak membawa masker. 

Baca juga: Fortusis Anggap Kebijakan Cukup Berisiko Pembelajaran Tatap Muka Dimulai Awal Juli

PTMT di Kota Bandung diikuti oleh sebanyak 330 sekolah dari dasar hingga SMA. Bambang mengaku ada sekolah yang hanya melakukan PTMT 3 kali dalam seminggu. Namun, untuk tingkat SD tentunya hampir penuh seminggu karena muridnya dari kelas 1 sampai dengan 5. 

"Yang paling menggembirakannya itu selama PTMT yang dimulai kemarin, ternyata ada sekolah yang sudah melakukan PTMT secara hybrid alias dalam satu waktu gurunya dapat melayani siswa yang berada di kelas juga di rumah. Jadi, dengan PTMT ini guru-guru menjadi luar biasa memberikan pelayanan tanpa adanya diskriminatif," katanya seraya mengatakan sudah ada 91 persen orang tua mengizinkan anaknya belajar di sekolah, sisanya yakni 9 persen tak mengizinkan karena ada beberapa faktor, seperti adanya kekhawatiran hingga belum siap mengizinkan anaknya belajar di sekolah. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Darajat Arianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved