Breaking News:

Miris, 9 Bulan Tenaga Kesehatan Covid-19 Belum Dapat Insentif, Ternyata Akibat Refocusing Anggaran

Adanya tunggakan pembayaran insentif bagi kalangan tenaga kesehatan yang tergabung dalam Satgas Covid-19 Kuningan, mendapat tanggapan dari Kepala Bada

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
ILUSTRASI tenaga kesehatan di Puskesmas 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Adanya tunggakan pembayaran insentif bagi kalangan tenaga medis yang tergabung dalam Satgas Covid-19 Kuningan, mendapat tanggapan dari Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kuningan (BPKADK), A Taufikurrahman. saat ditemui di ruang kerjanya, Kompleks Setda Kuningan, Selasa (8/6/2021).

Menurutnya, pemerintah daerah memastikan bisa mencairkan anggaran untuk pembayaran sebagai insentif bagi tim medis yang tergabung dalam Satgas Covid-19.

"Pembayaran itu termasuk pada Oktober-Desember 2020, dan hal itu harus berdasarkan verifikasi data yang diajukan oleh dinas teknis,” katanya.

Baca juga: Nakes di Lembang Keluhkan Insentif yang Tak Kunjung Turun, Terakhir Terima November 2020

“Alasan pembayaran dilakukan sebelumnya itu sudah sah atas verifikasi dari Kementerian Kesehatan. Seperti terjadi pada Januari, Februari, Maret, April sampai September keluar. Namun untuk Oktober hingga sekarang belum terbayar itu akibat belum ada verifikasi ulang dan kegiatan untuk pembayarannya dikembalikan ke daerah," ujarnya.

Mengenai pembayaran insentif tahun 2021, Taufik mengaku skemanya itu dibiayai oleh hasil refocusing anggaran. Namun masih menunggu verifikasi di masing-masing lembaga terkait.

“Misalnya untuk tenaga kesehatan di Puskesmas itu verifikasinya di Dinas Kesehatan, begitu juga untuk nakes di Rumah Sakit 45 ya di RSUD 45 Kuningan," ujarnya.

Sebelumnya, Dirut RSUD 45 Kuningan, dr Deki Saefullah mengaku bahwa hingga saat ini kebijakan dalam pemberian insentif itu diserahkan kepada masing - masing daerah.

"Dulu untuk pembayaran insentif itu dari pusat bagi tenaga medis yang terlibat dalam Satgas Covid-19. Namun sekarang justru dikembalikan ke daerah dan hingga sekarang masih dalam tahapan pembahasan, karena ini merupakan penggunaan uang negara," ujarnya.

Baca juga: Soal Tunggakan Gaji Tenaga Medis dan Karyawan, Ini Kata Dirut RSUD Cikalong Wetan

Insentif yang menjadi tunggakan pemerintah untuk para tenaga medis, ini menjadi beban pemerintah yang mesti dibayar dari September 2020 hingga waktu berikutnya.

"Ya kalau gak salah insentif belum diberikan itu dari September tahun lalu. Kemudian untuk penentuan nominal yang diberikan juga masih kami bahas, karena dalam Satgas Covid-19 itu terbagi dua, yaitu tim medis inti dan tim medis cadangan. Nanti kami sesuaikan berapa banyak tim medis sesuai dengan pengelompokannya," ujarnya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Darajat Arianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved