Breaking News:

Angka Kematian Pasien Covid-19 di Ciamis Meningkat Tajam, Sekolah Tatap Muka Ditinjau Lagi

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengakui angka kematian pasien Covid-19 di Ciamis, Jawa Barat, cukup tinggi pasca-Lebaran.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/andri m dani
Bupati Ciamis H Herdiat Sunarya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS- Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengakui angka kematian pasien Covid-19 di Ciamis, Jawa Barat, cukup tinggi pasca-Lebaran. Tingkat kematian mencapai 3,71%, kedua tertinggi se-Jawa Barat setelah Kota Tasikmalaya.

Setidaknya, ucap Herdiat Sunarya, ada dua penyebab tingginya angka kematian pasien Covid-19 di Ciamis.

Pertama kebanyakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari kalangan lansia dan memiliki penyakit ikutan (kormobid). Ketika masuk RSUD, kondisi para pasien Covid-19 itu sudah cukup parah.

Penyumbang lainnya warga ber-KTP Ciamis yang merantau di daerah lain. Mereka terpapar virus korona dan meninggal di daerah rantau, misalnya di Jakarta.

“Jenazah mereka dibawa pulang ke Ciamis, dimakamkan di Ciamis sesuai dengan KTP,” kata Herdiat Sunarya kepada sejumlah wartawan usai pembukaan kegiatan Bintek dan Ujian Sertifikasi Keahlian Pengadaan Barang dan Jasa di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Ciamis, Selasa (8/6/2021).

Baca juga: Kantor Kecamatan Panumbangan Ciamis Tutup Sementara, Tujuh Pejabat akan Jalani Tes Swab

Selain tingginya angka kematian, jumlah kasus Covid-19 di Ciamis juga meningkat tajam pasca-Lebaran.

Penyebab utamanya adalah lantaran banyak yang abai dengan protokol kesehatan.

Karena itu, pemerintah kembali menggencarkan edukasi, imbauan, dan penegakan disiplin protokol kesehatan.

Herdiat mengatakan pemerintah mempertimbangkan untuk penutupan objek wisata di Ciamis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved