Breaking News:

Hengky Kurniawan: IKEA Harus Betul-betul Tracing Kontak Erat 9 Karyawan yang Positif Covid-19

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan, mengaku sudah menghubungi manajer IKEA untuk melakukan tracing kontak erat tersebut.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT- Toko furniture IKEA Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat ( KBB ) diminta untuk betul-betul melakukan tracing kontak erat sembilan karyawannya yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan, mengaku sudah menghubungi manajer IKEA untuk melakukan tracing kontak erat tersebut.

"Kemarin saya langsung kontak dengan manajer, harus betul-betul tracing untuk yang kontak erat," ujarnya saat ditemui di Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Kamis (7/6/2021).

Sementara dari hasil penulusuran Dinas Kesehatan KBB, tercatat ada 149 orang kontak erat dari 9 pegawai IKEA yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut.

"Untuk yang 149 orang sudah dirumahkan dan sekarang kondisi pekerja yang di IKEA sudah steril. Tapi kita minta tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Hengky Kurniawan.

Sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) menilai peritel perabot rumah tangga asal Swedia tersebut, hingga saat ini, belum terbuka terkait data terbaru karyawannya yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: Okupansi untuk Pasien Covid-19 Klasifikasi Merah di Daerah Ini Penuh, Perlu Penambahan Bed

Pasalnya, Dinas Kesehatan KBB belum mengantongi jumlah pasti karyawan yang dites Covid-19, data terbaru kontak erat, dan karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan KBB, Eissenhower Sitanggang, mengatakan hanya menerima data 9 karyawan positif Covid-19 yang berdomisili di KBB, tetapi belum menerima data serta lokasi isolasi mandiri karyawan yang sempat kontak erat.

"IKEA kurang terbuka, kita belum mendapat jumlah pasti seluruh karyawan yang dites," ujarnya.

Salah satu penyebab tidak terbukanya data klaster penyebaran Covid-19 di IKEA, karena melakukan tes secara mandiri atau tidak melibatkan Dinas Kesehatan setempat.

"Bukannya enggak boleh kerja sama dengan swasta di luar KBB. Tapi ini kan ada kaitannya dengan hasil tes. Bagaimana nanti kalu ditemukan hasil positif, kan harus ditangani," kata Eissenhower.

Baca juga: Ada 38 Pasien Covid-19 Baru di Klaster Ponpes Al-Ikhlas Kuningan, Ini Respons Kandinkes

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved