Breaking News:

Jalur Pantura Dikenal dengan Jalur Tengkorak, Ini Upaya yang Dilakukan Kemenhub Cegah Kecelakaan

Jalur Pantura Jawa dikenal juga dengan jalur tengkorak karena rawan kecelakaan. Ini upaya yang dilakukan Kemenhub untuk mencegah kecelakaan.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: taufik ismail
Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat mengunjungi Jembatan Timbang atau Unit Pelaksanaan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Losarang, Kabupaten Indramayu, Minggu (6/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.IDs, INDRAMAYU - Jalur Pantura Jawa dikenal oleh sebagian orang dengan sebutan jalur tengkorak.

Hal ini dikarenakan banyaknya jumlah kecelakaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Ada banyak faktor penyebab kecelakaan banyak terjadi di sana, salah satunya karena kondisi jalan yang rusak.

Kondisi tersebut turut dibenarkan oleh Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Imam Bukhori.

Ia mengatakan, rusaknya jalan ini karena banyak kendaraan besar bermuatan logistik yang melintas di Jalur Pantura melebihi kapasitas atau over dimensi over load (ODOL).

"Kami terus mencoba dengan Kementerian PUPR untuk mengintensifkan pengawasan di Jembatan Timbang agar jalanan itu bisa awet," ujar dia saat mendampingi kunjungan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Jembatan Timbang atau Unit Pelaksanaan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Losarang, Kabupaten Indramayu, Minggu (6/6/2021).

Imam Bukhori menambahkan, dalam pemeliharaan jalan sendiri, dibutuhkan biaya sekitar Rp 43 Triliun per tahun.

Ia pun beranggapan, jika biaya sebesar itu bisa ditekan dan difungsikan untuk kepentingan masyarakat yang lain, maka akan jauh lebih bermanfaat.

Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan akan lebih memaksimalkan pengawasan di setiap titik Jembatan Timbang.

Ia berharap, para pengusaha logistik pun dapat mematuhi regulasi dengan ketentuan kapasitas yang sudah ditentukan.

Hal ini menurutnya, perlu menjadi perhatian lebih karena demi menjamin keselamatan kendaraan pengangkut logistik dan kendaraan lainnya yang melintas di Jalur Pantura.

"Dalam hal ini kita juga perlu dukungan pengusaha angkutan barang untuk tidak memuat logistik melebihi kapasitas," ujar dia.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pada kesempatan itu turut melakukan pengecekan langsung terhadap kendaraan besar yang melintas di Jalur Pantura.

"Tadi saat saya saksikan mengangkut baja ternyata bebannya lebih, terpaksa dikenakan tilang," ujar dia.

Baca juga: Kunjungi Jembatan Timbang Indramayu, Menhub Cek Langsung Muatan Truk yang Melintas di Jalur Pantura

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved