Breaking News:

Pasca 31 Mei, Pembangunan Pasar Pelita Masuk Teguran Tertulis Pertama

Apabila sampai 30 Juli 2021 pembangunan fisik belum selesai, maka pemkot dapat memutuskan perjanjian secara sepihak

Istimewa

TRIBUNJABAR.ID SUKABUMI--Pemerintah Kota Sukabumi terus berkomitmen mengawal penyelesaian Pembangunan Pasar Pelita Kota Sukabumi. Seperti diketahui pembangunan Pasar Pelita ini masuk dalam tahap Addendum ke-4 dan ditargetkan selesai pada 31 Mei 2021.

Pembangunan dan pengelolaan pasar tersebut ditempuh melalui Perjanjian Induk Built Operate Transfer (BOT) atau Bangun Guna Serah (BGS) yang dilaksanakan dengan PT Fortunindo Artha Perkasa. Dari data yang ada, pencapaian fisik pembangunan Pasar Pelita sampai dengan 31 Mei 2021 baru mencapai 94, 517 persen.

Maka tahapan saat ini sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 19 tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah adalah menerbitkan teguran ke-1 (1 Juni hingga 20 Juni 2021). '' Tahapannya saat ini memasuki mekanisme teguran tertulis pertama hingga ketiga, sebelum akhirnya dilaksanakan pemutusan kontrak kerjasama sesuai Permendagri Nomor 19 tahun 2016,'' ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, Kamis (3/6). Pemberian teguran tertulis ini karena hingga 31 Mei 2021 pembangunan belum selesai sesuai dengan yang tercantum dalam Addendum ke-4.

Proses pemutusan kontrak kerjasama terang Fahmi, baru bisa dilakukan ketika mekanisme tiga tahap yakni tahapan pertama surat peringatan atau teguran tertulis pertama, peringatan kedua, dan dilanjutkan ketiga. Dari jadwal yang ditetapkan waktu surat teguran untuk tahapan keseluruhan yakni surat teguran ke 1 (1-20 Juni) surat teguran ke 2 (21 Juni-10 Juli) dan surat teguran ke 3 (11-30 Juli).

pelita0506
Sabtu 5/6 (Istimewa)

Apabila sampai 30 Juli 2021 pembangunan fisik belum selesai, maka pemkot dapat memutuskan perjanjian secara sepihak. Intinya setelah 31 Mei 2021 yang sedang dilakukan tahapan pemutusan kerjasama dengan mekanisme teguran tertulis pertama hingga ketiga. Selain diterbitkan surat teguran ke-1, diterapkan denda per mil per hari (dari nilai sisa pekerjaan).

Fahmi mengungkapkan, dalam laporan yang diterima progres pembangunan pasar sedang diverifikasi Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan sementara diperkirakan baru mencapai sekitar 94,517 persen. Pasca 31 Mei 2021, jadwal pembangunan fisik yang diserahkan Fortunindo dan Dinas PUPR menyebutkan fisik bangunan dan fasilitas pendukungnya ditargetkan selesai secara keseluruhan pada 25 Juni 2021.

Sehingga diharapkan dalam masa teguran pertama hingga ke tiga ini Fortunindo diharapkan bisa segera menyelesaikan tahapan pembangunan fisik Pasar Pelita. Di mana ditargetkan pada 25 Juni 2021 Fortunindo menyanggupi untuk merampungkan pembangunan fisik pasar.

Saat ini pun ungkap Fahmi, akan segera dilakukan upaya sosialisasi kepada pedagang agar bisa mempersiapkan diri masuk ke dalam Pasar Pelita. Sehingga pedagang yang berada di luar bias mengisi bangunan pasar.

pelita0506c
Sabtu 5/6 (Istimewa)

Dalam Addendum ke-4 menentukan tahapan pekerjaan pertama basement dan ground floor beserta utilitas pendukung ditargetkan akhir Januari 2021 dan sudah tercapai. Selanjutnya Lantai 1 beserta utilitas pendukung dan fasilitas pendukung selesai akhir Maret 2021 dan dilaporkan sudah selesai.

Terakhir Lantai 2 beserta utilitas pendukung selesai akhir April 2021 dan saat ini masuk teguran ke 2 dan akan jatuh tempo pada 14 Juni 2021 dan diharapkan bisa selesai dibangun.

'' Pemkot akan terus mengawal jalannya pembangunan Pasar Pelita hingga rampung,'' ungkap Fahmi. Sehingga keberadaan pasar bisa segera dinikmati keberadaannya dan menggerakan ekonomi daerah.

Editor: bisnistribunjabar
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved