Breaking News:

Pangandaran Rawan Banjir, Ini yang Harus Dilakukan Agar Petani Masih Bisa Menanam Padi

eberapa tempat persawahan di Kabupaten Pangandaran rawan banjir, Jaringan Masyarakat Tani membuat percobaan padi apung menggunakan gabus s

Penulis: Padna | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Jaringan Masyarakat Tani (Jamtani) melakukan percobaan padi apung dengan menggunakan gabus styrofoam. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Beberapa tempat persawahan di Kabupaten Pangandaran rawan banjir, Jaringan Masyarakat Tani (Jamtani) membuat percobaan padi apung menggunakan gabus styrofoam.

Percobaan padi apung ini dilaksanakan di RT 3/11 Dusun Kamurang, Desa Babakan, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (4/6/2021).

Pada percobaan sebelumnya, padi apung tersebut dilakukan dengan menggunakan bambu dan kemudian dengan paralon.

Baca juga: HEBOH Kades di Sukabumi Tolak Vaksin, Berawal dari Lelucon Sampai Akhirnya Klarifikasi

Namun, dengan berbagai banyak pertimbangan mengenai kemampuan atau ketahanan, beralihlah menggunakan gabus styrofoam.

Direktur Jamtani Nasional, H Kustiwa Adinata, mengungkapkan, alat sebelumnya cukup merepotkan seperti pada saat air surut dan selesai panen.

"Kami pikir dengan menggunakan alat styrofoam ini jauh lebih efektif, keuntungannya bisa lebih tahan lama."

"Kemudian, lebih ringan. Artinya, tingkat mengapungnya bisa lebih tinggi. Kalau misalnya ketinggian banjir di atas 2, 3, bahkan 5 meter, itu jauh lebih adaptif," ujar Kustiwa saat ditemui wartawan di lokasi percobaan padi apung, Jumat (4/6/2021).

Menurutnya, ini merupakan upaya adaptasi untuk daerah yang terkena banjir air hujan karena jenis padi ini memang tahan dengan genangan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved