Breaking News:

Menteri Airlangga Hartarto Mencoba Sepeda Kreuz Buatan Dalam Negeri, Komentarnya Bikin Bangga

Sepeda buatan Kreuz, kata Airlangga Hartarto, memiliki kualitas yang bagus ditambah memang buatan industri rumahan yang memenuhi standar SNI.

Tribun Jabar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengacungkan jempolnya setelah mencoba sepeda Kreuz di pabrik pembuat sepeda yang berlokasi di Jalan Rereng Adumanis, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jumat (4/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam rangkaian kunjungannya ke Kota Bandung menyempatkan diri datang ke pabrik pembuat sepeda yang berlokasi di Jalan Rereng Adumanis, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jumat (4/6/2021), untuk melihat secara langsung produksi sepeda dalam negeri.

Airlangga bersama sang istri, serta tampak pula mantan wali kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, mencoba menaiki sepeda buatan merk Kreuz (Kreasi Urang Zunda).

"Ini (sepeda) adalah karya engineering anak bangsa yang harus didukung karena sangat kompetitif. Dengan produk luar yang sejenisnya berani bersaing, karena dinaikin enak, digenjot ringan, apalagi saat turunan," katanya.

Baca juga: Ridwan Kamil Bonceng AHY di Bandung, Saling Lempar Candaan, AHY: Sesuai Aplikasi, ya

Sepeda buatan Kreuz, menurut Ketum Golkar itu, memiliki kualitas yang bagus ditambah memang sepeda tersebut buatan industri rumahan yang sudah memenuhi standar nasional Indonesia (SNI).

Kreuz saat ini memproduksi 150 unit per bulan dengan harga yang bervariatif mulai Rp 15 juta sampai Rp 25 juta.

"Sepeda ini nilainya kelas premium dan bisa bersaing dengan produksi luar negeri. Jadi, kami (pemerintah) bakal mendorong merk kreasi anak bangsa seperti Kreuz ini," ucapnya.

Airlangga Hartarto mendengarkan kisah alumni Kartu Prakerja.
Airlangga Hartarto mendengarkan kisah alumni Kartu Prakerja. (Tribun Jabar/M Syarif A)

Sebagai informasi, pembuatan sepeda Kreuz sudah mempekerjakan lima industri penunjang sekaligus ada vendornya sehingga hal tersebut menjadi nilai tambah di situasi pandemi.

Sejak 2019, Kreuz telah membuat prototipe satu unit, kemudian pada Maret 2020 saat awal pandemi menjual 15 sepeda hingga saat ini sudah bisa menjual 150 unit per bulan.

"Sekarang yang mau memesannya sampai harus menunggu 1,5 bulan. Itu hal yang luar biasa dan patut diapresiasi. Kami tentu akan terus dorong industri dalam negeri serta membantu dalam meningkatkan fasilitas produksi karena 70 persen komponennya dalam negeri," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved