Breaking News:

Utang Garuda Indonesia Bisa Bertambah Rp 1 Triliun Tiap Bulan, Ini Sederet Ikhtiar Penyelamatannya

Utang Garuda pun menumpuk hingga Rp 70 triliun dan diperkirakan bertambah Rp 1 triliun tiap bulan. Berbagai upaya dilakukan untuk penanganan maskapai

Editor: Darajat Arianto
istimewa
BERMASKER - Pesawat Garuda Indonesia Airbus 330-900 Neo dengan livery masker di hidung pesawatnya, Kamis (1/10/2020) 

Selain itu, akan dilakukan perubahan model bisnis maskapai Garuda Indonesia yakni dengan fokus pada penerbangan domestik, bukan internasional. Erick juga akan mendorong anak usahanya, Citilink, untuk mulai melupakan bisnis penerbangan internasional.

Baca juga: Terpukul Pandemi, Setelah Garuda Indonesia Kini Sriwijaya Air Persilakan Karyawan Mengundurkan Diri

Ia mengatakan, fokus bisnis ini sebenarnya sudah dibicarakan langsung dengan direksi Garuda sejak jauh hari, bahkan sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Terlebih di masa kini ketika sudah sangat terimbas pandemi.

"Jadi salah satu yang kami fokuskan ke depan, Garuda dan Citilink akan fokus kepada domestik market, bukan internasional market," ucapnya.

Fokus Pasar Domestik 

Menurut Erick, selain sebagai upaya untuk meringankan beban finansial perusahaan, fokus pada penerbangan domestik juga didasari oleh data kepariwisataan nasional. Ia bilang, total wisatawan sebelum masa pandemi 78 persen merupakan turis domestik.

Kegiatan ekonomi dari turis domestik itu bahkan menghasilkan nilai Rp 1.400 triliun. Sementara porsi dari turis asing hanya 22 persen dengan nilai ekonominya sebesar Rp 300 triliun. Pangsa pasar domestik sendiri, lanjutnya, punya potensi yang besar mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan. Lantaran salah satu akses untuk bisa melakukan perjalanan antar pulau adalah dengan penerbangan.

Kondisi itu tentu berbeda dengan negara seperti Singapura, Qatar, dan Uni Emirat Arab yang bukan kepulauan sehingga sulit mendorong penerbangan domestiknya. Maka, potensi ini yang perlu dimanfaatkan Garuda Indonesia.

"Harapannya ada, karena kita negara kepulauan, dan domestik market kita kuat. Kita beda dengan mereka (negara-negara bukan kepulauan), mau terbang kemana mereka, tapi kalau kita punya potensi, cuma harus perbaiki bisnis model pasca pandemi," ujar Erick.

Pangkas jumlah komisaris Garuda Indonesia

Selain melakukan negosiasi dengan pihak lessor dan mengubah model bisnis, penyelamatan Garuda Indonesia juga bakal dilakukan Erick dengan memangkas jumlah komisaris.  Hal ini menindaklanjuti usul Anggota Dewan Komisaris Garuda Indonesia Peter Gontha.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved