Puluhan Warga Desa Pasawahan Banjaranyar Ciamis Keracunan, Petugas Masih Selidiki Penyebabnya

Puluhan warga Dusun Ciawitali , Desa Cisarua,  dan Desa Pasawahan, Kecamatan Banjaranyar, Ciamis, mengalami keracunan.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa
Keracunan - Puluhan warga dari dua dusun d Desa Pasawahan Banjaranyar yang mengalami keracunan dirawat di Puskesmas Cigayam Banjaranyar Ciamis, Rabu (2/6) 

Dari puluhan warga yang mengalami keracunan dan mendatangi Puskesmas Cigayam Selasa (1/6) malam menurut dr Bayu, sekitar 80% mengalami gejala yang sama setelah mengkonsumsi makanan yang sama, Yakni berupa kupat tahu yang dijual pedagang keliling pada Selasa (1/6) pagi dan siangnya.

Baca juga: Begini Kondisi Sembilan Pasien Keracunan Makanan yang Dirawat di RSUD Sekarwangi Cibadak Sukabumi

Setelah bertemu dengan pedagang kupat tahu keliling tersebut, menurut dr H Bayu ,diketahui yang bersangkutan hanya berkeliling Dusun Ciawitali dan Dusun Cisarua saja. Ada 67 bungkus kupat tahu yang terjual.

Dua bungkus lainnya dikonsumsi sendiri oleh pedagang tersebut, yakni sebungkus dimakan pagi hari saat berangkat jualan dan sebungkus lagi dimakan siangnya setelah selesai berjualan.

“Tapi pedagang tersebut tidak mengalami gejala keracunan, Maka dugaan keracunan ini masih kami lakukan pencegekan. Sampel makanan sudah diambil berikut sampel muntah dan feces (BAB) pasien,” ujar dr Bayu.

Tim Dinkes Ciamis sepanjang Rabu (2/6) melakukan penyisiran dari 67 bungkus kupat tahu yang sudah terjual tersebut dikonsumsi siapa saja.

Dari 36 orang warga yang mengalami keracunan yang sempat ditanganiPuskesmas Cigayam menurut dr Bayu, hanya 80 persen yang mengaku mengkonsumsi makanan yang sama yakni kupat tahu.

Tetapi lebihnya malah tidak makan kupat tahu, tetapi mengalami gejala keracunan. Dan dari yang mengkonsumsi kupat tahu, tidak semuanya mengalami keracunan.

Baca juga: Kasus Keracunan Makanan di Cisaat Sukabumi, Polres Sukabumi Sudah Periksa 9 Orang

“Jadi kasus ini dugaan keracunan ini belum bisa disimpulkan faktor penyebabnya. Kami masih menunggu hasil lab dari sampel makanan, minuman, muntah dan feces yang sudah dikirim ke labkesda tadi malam,” katanya.

Selain itu pihak Dinkes Ciamis terus menelusuri dan menginventaris jenis makanandan minuman apa saja yang dikonsumsi puluhan warga yang mengalami keracunan di Desa Pasawahan tersebut.

“Dari pengiventarisir jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam 24 jam sebelum mengalami gejala keracunan dan setelah adanya hasil uji klab atas sampel baru bisa disimpulkan penyebab keracunan,” ujar dr Bayu.

Dan Rabu (2/6) sore ada sejumlah warga yang mengalami gejala keracunan dibawa ke puskesmas setelah petugas melakukan penyisiran.

“Gejala keracunan tersebut kan tidak sekaligus, incubasinya berjam-jam setelah mengkonsumsi makanan atau minuman yang diduga menyebabkan keracunan,” katanya

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved