Breaking News:

Warga Bisa Lagi Piknik ke Kota Bandung, Mulai Rabu Besok Tempat Wisata Kembali Dibuka

Mulai tanggal 2 Juni enam objek wisata di Kota Bandung yang sempat ditutup boleh kembali buka.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Putri PN
Suasana di loket Trans Studio Bandung yang tidak ada pengunjung sama sekali, Minggu (23/5/2021). Mulai Rabu (2/6/2021), Trans Studio dan sejumlah tempat wisata lainnya boleh beroperasi lagi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tempat wisata di Kota Bandung yang sempat ditutup pekan lalu bakal kembali diberikan izin operasionalnya mulai Rabu 2 Juni 2021. 

Pemerintah Kota Bandung sebelumnya sempat menutup tempat wisata dari 23 Mei sampai 1 Juni 2021 karena dianggap menjadi tempat kerumunan orang. 

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, tempat wisata bakal kembali dibuka pada 2 Juni 2021.

Keputusan itu diambil setelah menggelar rapat terbatas (Ratas) bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) di Balai Kota Bandung, Senin (31/5/2021).

"Untuk tempat wisata itu akan kembali dibuka setelah besok tanggal 1 Juni karena sudah habis masa Lebaran," ujar Oded, seusai Ratas. 

Pembukaan tempat wisata itu, kata dia, bakal diawasi dengan ketat oleh anggota Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 agar tidak terjadi kerumunan pengunjung.

Adapun tempat wisata yang bakal kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup itu yakni Kebun Binatang Bandung, Karang Setra Water Land, Saung Angklung Udjo, Taman Lalu Lintas, Trans Studio Bandung, dan Kiara Artha Park.

"Untuk menjaga euforia masyarakat kita akan tetap menjaga protokol kesehatan di lapangan, kita perkuat pengawasannya," katanya.

Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna menambahkan, angka kasus Covid-19 di Kota Bandung masih terkendali pasca-Lebaran meski ada peningkatan jumlah pasien yang bergejala di rumah sakit.

"Positivity rate itu terkendali di angka 7,36, kita pernah di angka 11. Jadi sekarang masih terkendali, cuma yang menjadi catatan itu orang yang dirawat sekarang 66 persen (tingkat okupansi ruang isolasi)," ujar Ema.

Menurut Ema, meningkatnya jumlah pasien yang bergejala itu tidak sera merta menunjukkan bahwa hal tersebut disebabkan oleh maraknya mobilitas masyarakat saat suasana Lebaran.

Baca juga: RSHS Bersiap Hadapi Potensi Lonjakan Pasien Covid-19, 318 Tempat Tidur Disiapkan

Baca juga: AWAS, Jabar Kembali Siaga Satu Covid-19, Tingkat Keterisian Ruang Isolasi di Rumah Sakit Naik

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved