Breaking News:

Liga Champions

Thomas Tuchel di Chelsea Meneruskan Era Pelatih Jerman di Liga Champions Sejak Klopp di Liverpool

Para pelatih Jerman mencatatkan sejarah di Liga Champions selama tiga tahun beruntun. Terbaru, Thomas Tuchel yang juara Liga Champions bersama Chelsea

Editor: Tarsisius Sutomonaio
N'golo Kante mengangkat trofi Liga Champions seusai laga final yang mepertemukan Man City vs Chelsea di Estadio Do Dragao, Sabtu (29/5/2021) atau Minggu dini hari WIB.(AFP/ DAVID RAMOS) 

TRIBUNJABAR.ID- Para pelatih Jerman mencatatkan sejarah di Liga Champions selama tiga tahun beruntun.

Terbaru, Thomas Tuchel yang juara Liga Champions bersama Chelsea. Ia menjadi pelatih Jerman ketiga yang mengangkat trofi Si Kuping Besar dalam tiga tahun terakhir.

Di kompetisi paling elite di Eropa itu, Thomas Tuchel meneruskan tradisi dominasi pelatih Jerman di Liga Champions.

Pelatih Chelsea ini mengikuti torehan dua pelatih Jerman sebelumnya yang membawa tim asuhannya menjadi kampiun: Jurgen Klopp (Liverpool 2019) dan Hansi Flick (Bayern 2020).

Tak ada keraguan lagi sekarang: Thomas Tuchel adalah salah satu pelatih terbaik di dunia. Hanya empat bulan setelah ditunjuk menggantikan Frank Lampard, dia membawa Chelsea meraih trofi Liga Champions.

Di pertandingan final, Thomas Tuchel memimpin Chelsea mengalahkan Manchester City 1-0 di Stadion Do Dragao, Porto, Portugal, Minggu (30/5/2021) dini hari.

Pelatih kepala Chelsea di Jerman Thomas Tuchel melakukan selebrasi setelah gelandang Inggris Chelsea Mason Mount (tak terlihat) mencetak gol kedua timnya dalam pertandingan sepak bola semifinal leg kedua Liga Champions UEFA antara Chelsea dan Real Madrid di Stamford Bridge di London pada 5 Mei 2021.
Pelatih kepala Chelsea di Jerman Thomas Tuchel melakukan selebrasi setelah gelandang Inggris Chelsea Mason Mount (tak terlihat) mencetak gol kedua timnya dalam pertandingan sepak bola semifinal leg kedua Liga Champions UEFA antara Chelsea dan Real Madrid di Stamford Bridge di London pada 5 Mei 2021. (Glyn KIRK / AFP)

Baca juga: SOSOK Cesar Azpilicueta Pemimpin Lapangan yang Antarkan Chelsea Juara Liga Champions

Pelatih berusia 47 tahun ini datang saat kondisi The Blues sedang limbung. Karena oleng di posisi sembilan di klasemen sementara Liga Primer pada Januari,  tak seorang pun percaya Chelsea bisa lolos ke Liga Champions musim depan, apalagi bisa juara Liga Champions musim ini.

Tapi itulah yang dilakukan Thomas Tuchel. Dia mengasah lagi skuat bertabur bintang warisan Frank Lampard. Memakai formasi 3-4-2-1 dengan mengoptimalkan lagi para pemain senior yang sempat ditinggalkan Frank Lampard seperti N'Golo Kante, Cesar Azpilicueta, dan Marcos Alonso.

Dia pun memanfaatkan "koneksi Jerman yang ada di timnya. Mereka jadi tokoh sentral di area masing-masing. Di lini belakang ada Antonio Rudiger, sedang di lini depan ada Timo Werner dan Kai Havertz.

Kedua pemain terakhir ini dinilai gagal langsung nyetel di tim. Tapi, di final kemarin mereka tampil luar biasa. Werner memang beberapa kali membuang peluang, tapi kecepatannya kerap mengacaukan pertahanan City. Havertz adalah sang pahlawan, dengan gol semata-wayangnya melewati kiper Ederson di menit ke-42.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved