Breaking News:

Sopir Angkot Maut Tewaskan Satu orang di Baleendah Bandung Ditahan, Begini Kondisinya

Sopir angkot maut viral di Baleendah Kabupaten Bandung yang menabrak pengguna jalan hingga tertangkap warga kini ditahan dan ditetapkan tersangka

lutfi ahmad mauludin/tribun jabar
Angkot maut Baleendah yang tewaskan 1 orang dan kabur. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Sopir angkot maut viral di Baleendah Kabupaten Bandung yang menabrak pengguna jalan hingga tertangkap warga kini ditahan dan ditetapkan tersangka. Pada peristiwa yang terjadi pada Sabtu (29/5/2021) itu menewaskan satu orang.

"Pelaku Ya (18) saat ini secara resmi sudah dilakukan penahanan. Pasal yang diterapkan, yakni pasal 310 ayat 4, 2, 1, junto pasal 312 Undang-undang Lalu Lintas Angkutan Jalan," ucap Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan di Mapolresta Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (31/5/2021).

Baca juga: Sopir Angkot Maut Baleendah Viral, Kini Sudah Resmi Jadi Tersangka, Terancam 9 Tahun Bui

Ia menjelaskan, rekaman Ya sedang mengemudikan angkot dengan kecepatan tinggi dan menabrak sejumlah pengguna jalan. Dia dikejar warga, rekaman pengejarannya viral.

"Yang diinformasikan (dalam video yang beredar) telah melakukan terjadi tabrakan kurang lebih 15 TKP. Dari situ kemudian muncul juga video seseorang sedang di persekusi oleh warga akibat dikejar warga," kata Hendra.

Hendra memastikan, Ya ditangkap saat hari kejadian oleh anggota Polsek Baleendah dan Unit Laka Lantas Satlantas Polresta Bandung.

Baca juga: Angkot Maut Baleendah Itu Ternyata Berniat Kejar Truk yang Bersenggolan, Malah Tabrak Motor

"Begitu kami dalami ternyata yang luka tabrakan tersebut tidak sampai di 15 TKP. Hanya ada 4 orang luka ringan, satu orang meninggal dunia, dan 3 orang luka ringan," kata Hendra.

Hendra mengatakan, setelah menabrak warung sate, angkot itu berhenti kemudian diamankan warga. Saat ini, kata Hendra, Ya terancam pidana penjara paling ringan 3 tahun untuk Pasal 312, 6 tahun untuk Pasal 310.

"Jadi ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. Hari ini sudah ditetapkan tersangka," ujarnya.

Menurut Hendra, saat kejadian memang ada indikasi pelaku dalam pengaruh minuman keras.

"Kami sedang melakukan pengecekan dan hasilnya masih menunggu dari laboratorium," katanya.

Hendra mengungkapkan, kondisi sopir angkot maut sudah membaik dan bisa berkomunikasi dengan lancar.

"Artinya yang terjadi persekusi saat itu, tak mengancam nyawa, kondisinya baik saat ini," ujar Hendra.

Berdasarkan keterangan dari yang bersangkutan, kata Hendra, awalnya angkot tersebut berserempetan dengan truk.

"Akibat penasaran atau marah, akhirnya dia balik mengejar truk tersebut, yang terjadi adalah beberapa kali senggolan termasuk tabrakan yang mengakibatkan 1 orang meninggal dunia," ucapnya.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Mega Nugraha
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved