Breaking News:

Setelah Angkot Maut Baleendah yang Viral, Kepolisian dan Dishub Kabupaten Bandung Lakukan Ini

Lima unit angkot diamankan jajaran kepolisian dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung.

lutfi ahmad mauludin/tribun jabar
Angkot maut Baleendah yang menewaskan 1 orang pada Sabtu lalu. Pasca-peristiwa itu, polisi dan Dishub Kabupaten Bandung menggelar razia. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Lima unit angkot diamankan jajaran kepolisian dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung.

Kelima angkot itu kedapatan tidak memenuhi dokumen kendaraan saat dilakukan razia di Jalan Baleendah- Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (31/5/2021).

Kanit Tujawali Polresta Bandung, AKP Kiki Hartaki, mengungkapkam, Satlantas Polresta Bandung bersama unit lantas Polsek Baleendah bergabung dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung melaksanakan pemeriksaan kendaraan, terutama angkot.

Baca juga: Sopir Angkot Maut Baleendah Viral, Kini Sudah Resmi Jadi Tersangka, Terancam 9 Tahun Bui

"Yakni angkot yang melintas di jalur Ciparay Baleendah, untuk menindaklanjuti kejadian laka lantas pada hari Sabtu, 29 Mei," ujar Kiki, setelah melakukan razia, Senin (31/5/2021).

Pada hari Sabtu lalu, terdapat kejadian lakalantas yang videonya viral, yakni angkot yang dikejar massa.

Pengejaran itu dilakukan karena aksi ugal-ugalan sopir angkot yang mengakibatkan 1 orang meninggal dunia.

Kini sopir angkot maut tersebut telah ditetapkan menjadi tersangka.

Menurut Kiki, hasil pemeriksaan hari ini, cukup banyak pelanggaran, terutama pengendara sopir yang tidak memiliki SIM A umum.

"Kami juga menemukan izin trayek yang sudah mati dan STNK yang sudah kedaluwarsa, atau tidak membayar pajak," kata Kiki.

Saat ditanya apakah ada yang terindikasi sebagai sopir tembak, Kiki mengatakan dipastikan hal tersebut terjadi karena ada sopir yang tidak memiliki SIM dan dipastikan hal tersebut merupakan sopir cadangan.

"Yang jelas akan kami lakukan penindakan secara rutin, terutama menghindari kecelakaan laka lantas," tuturnya.

Kiki membenarkan, terdapat kendaraan yang diamankan saat pemeriksaan.

"Saat ini barang bukti penilangan, terdapat 5 unit (angkot) yang kami amankan, termasuk penilangan lainnya terdapat 20 berkas penilangan," ucapnya. (*)

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved