Breaking News:

Persib Bandung

Persib Bandung Irit Komentar Soal Format Kompetisi Liga 1, Teddy Tjahjono: Tunggu Penjelasan Detail

Hal ini disampaikan oleh Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono, dan kapten tim, Supardi Nasir.

Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha | Editor: Tarsisius Sutomonaio
TRIBUNJABAR.ID/DENI DENASWARA
SAMBUT FINAL - Para pemain Persib Bandung melakukan selebrasi setelah memastikan timnya lolos ke Final Piala Menpora 2020 setelah main imbang melawan PS Sleman di Stadion Manahan Solo, Senin (19/4/2021). Di final, Persib Bandung akan melawan Persija Jakarta. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Persib Bandung belum mau berkomentar soal format Liga 1 2021 yang menerapkan sistem series dan bubble.

Hal ini disampaikan oleh Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono, dan kapten tim, Supardi Nasir.

Teddy mengatakan, Persib Bandung akan terlebih dulu menunggu detail yang akan disampaikan oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait format Liga 1.

Sebab saat Kongres Biasa PSSI, Sabtu (29/5/2021) di Jakarta, belum ada penjelasan detail soal format kompetisi.

"Saya belum bisa komentar karena nunggu details aturannya seperti apa, karena saat kongres belum dijelaskan detail nya," ujar Teddy Tjahjono kepada Tribun Jabar melalui aplikasi WhatsApp, Minggu (30/5/2021).

Hal serupa disampaikan kapten tim Persib Bandung, Supardi. Dia mengaku belum mengetahui gambaran kompetisi dengan sistem series dan bubble.

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat ( PT PBB), Teddy Tjahjono Stadion Sidolig, Minggu (10/12/2017).
Direktur PT Persib Bandung Bermartabat ( PT PBB), Teddy Tjahjono Stadion Sidolig, Minggu (10/12/2017). (Tribun Jabar/Ferdyan Adhy nugraha)

Baca juga: Soal Susunan Pemain Persib Bandung di Liga 1 2021, Robert Alberts: Tergantung Geoffrey Castillion

Sampai saat ini, pemilik nomor punggung 22 itu belum mendapat detail teknis sistem series dan bubble yang akan diterapkan di Liga 1 nanti.

"Saya belum bisa berkomentar terkait format kompetisi Liga 1. Karena saya juga belum tahu bagaimana dan seperti apa teknis pelaksanaannya. Mungkin nanti kalau sudah ada kejelasan baru saya berbicara," kata Supardi.

Sebelumnya, PSSI lewat Wakil Ketua Umum, Iwan Budianto, membeberkan hasil Kongres Biasa PSSI. Satu di antaranya adalah format kompetisi Liga 1 2021.

Dalam keterangannya kepada awak media, Iwan Budianto memberikan sedikit penjelasan mengenai sistem series dan bubble. 

"Liga 1 tetap dengan kompetisi penuh yakni 306 pertandingan, tapi sistemnya dibedakan. Jika tadinya sistem home and away, sekarang sistemnya mirip dengan Piala Menpora 2021," kata Iwan Budianto di Hotel Raffles, Jakarta, Sabtu (29/5/2021), mengutip dari laman Tribunnews.

Format seperti ini dikatakan Iwan mengacu pada Piala Menpora kemarin. Ketika itu, kompetisi dibagi menjadi empat grup dan setiap grup diisi oleh empat hingga lima tim. Masing-masing tim di setiap grup nantinya akan bertemu.

Iwan Budianto.
Iwan Budianto. (Instagram)

Baca juga: Liga 1 2021 Akan Dimulai 10 Juli dengan Format Berbeda, Ini Penjelasan Sistem Pertandingannya

Hanya, kata Iwan Budianto, karena klub yang bertanding akan lebih banyak dari Piala Menpora, maka dibuatkan series.

Enam series pun akan dilakoni oleh masing-masing tim dengan menggunakan stadion yang berada di Pulau Jawa .

"Jadi kotanya dimulai dari series DKI-Jabar-Banten, istirahat kemudian masuk series kedua di Jateng-Jogja, lalu masuk lagi series ketiga di Jatim, istirahat dan kemudian mulai lagi series keempat di Jatim, series kelima di Jateng-Jogja dan terakhir series keenam di DKI-Jabar-Banten," ucapnya.

Setiap series, PSSI menjadwalkan bergulir selama 1,5 bulan. Lalu untuk menghindari kejenuhan, maka setiap kali jeda kompetisi, klub akan kembali ke kampung halamannya masing-masing.

"Jadi kemungkinan ada 6 series yang dilaksanakan. Target selesai Maret (2022). Startnya saja yang tadinya 3 Juli mungkin jadi 10 Juli sambil tunggu pertandingan teman-teman wakil kita di AFC," kata Iwan Budianto

Sistem ini masih bisa saja berubah karena rencananya akan ada pertemuan antara PT LIB dan klub peserta Liga 1. Sebab format kompetisi seperti ini tentu saja akan menguntungkan bagi klub yang berdomisili di Pulau Jawa.

Bagi klub yang berada di Pulau Jawa, mereka akan lebih mudah dan murah ketika harus bepergian ke satu tempat. Bagi yang di luar Pulau Jawa, mereka tak bisa bermain di markas masing-masin dan tentu saja akan mengeluarkan budget yang lebih besar.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved