Breaking News:

Pemkab Sumedang Akhirnya Turun Tangan soal Harga Kedelai Tinggi, Apa yang Dilakukan?

Pemerintah Kabupaten Sumedang akhirnya turun tangan mengatasi kenaikan harga kedelai yang selama ini berdampak terhadap pengrajin tahu Sumedang.

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Pabrik tahu di dearah Lingkungan Andir saat memproduksi tahu kuning. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang akhirnya turun tangan mengatasi kenaikan harga kedelai yang selama ini berdampak terhadap pengrajin dan pedagang tahu Sumedang.

Seperti diketahui, dampak dari kenaikan harga kedelai ini, pengrajin tahu di Kabupaten Sumedang mengaku mengalami penurunan penghasilan dan akhirnya terpaksa harus menaikan harga tahu agar usaha mereka tetap berjalan.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, untuk mengatasi kenaikan harga kedelai ini, pihaknya telah menginstruksikan instansi terkait untuk melakukan berbagai upaya  setelah harga kedelai mengalami kenaikan.

"Ini kan terjadi di mana-mana secara nasional, kami sudah menginstruksikan instansi terkait untuk memonitor itu," ujarnya saat ditemui di Gedung Negara, Senin (31/5/2021).

Menurutnya, berbagai upaya dalam mengatasi kenaikan harga kedelai ini memang perlu dilakukan agar para pengrajin tahu di Kabupaten Sumedang bisa tetap berjalan seperti biasanya.

"Kami akan berikhtiar, bagaimana dengan harga kedelai yang cukup tinggi ini pengusaha tahu bisa terap jalan," kata Dony.

Sebelumnya, sejumlah pengrajin tahu Sumedang meminta Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk segera turun tangan menyusul terjadinya kenaikan harga kacang kedelai yang sudah menyentuh Rp 11.500 per kilogram.

Pasalnya, dengan adanya kenaikan harga kedelai ini berdampak terhadap penurunan pendapatan karena permintaan konsumen di pasar juga menurun akibat pengrajin tahu terpaksa harus menaikan harga menjadi Rp 38 ribu per papan dari asalnya hanya Rp 34 ribu per papan.

Pemilik Pabrik Tahu Sari Asih asal Kecamatan Pamulihan, Deni Mulyawan (45), mengatakan, salah satu cara agar pengrajin tahu tetap bertahan, pemerintah harus turun tangan dengan cara berupaya untuk menekan harga atau memberikan subsidi.

"Karena tahu ini kan sudah menjadi icon Kabupaten Sumedang. Kalau kita kan sebagai pengrajin tidak bisa dan tidak ada akses untuk tiba-tiba menurunkan harga kedelai," ujarnya saat ditemui di pabriknya, Jumat (28/5/2021).

Menurutnya, upaya tersebut harus segera dilakukan pemerintah karena dengan adanya kenaikan harga kedelai ini juga berdampak terhadap bertambahnya pengangguran di Kabupaten Sumedang.

"Sekarang kan produksi berkurang, sehingga otomatis karyawan juga berkurang, ada yang dirumahkan, dan pedagang juga penghasilannya berkurang juga. Minimal ada subsidi lah untuk kedelai lewat Kopti," kata Deni.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved