Breaking News:

Truk Angkutan Tambang Dinilai Jadi Penyebab Kerusakan dan Kemacetan Ruas Jalan Provinsi di Sumedang

Truk besar angkutan hasil tambang yang setiap harinya melintas di ruas jalan tersebut merupakan truk yang melebihi dimensi dan muatan sumbu terberat

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa
Truk angkutan tambang batu yang melebihi dimensi dan muatan sumbu terberat (MST) saat melintas di ruas jalan provinsi di Sumedang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Truk angkutan hasil tambang batu dari Gunung Julang, Desa Cisitu, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang dinilai kerap menyebabkan kerusakan ruas jalan provinsi dan kemacetan di ruas jalan Sumedang-Ganeas-Situraja-Cisitu-Darmaraja-Wado.

Pasalnya, truk besar angkutan hasil tambang yang setiap harinya melintas di ruas jalan tersebut merupakan truk yang melebihi dimensi dan muatan sumbu terberat (MST), sehingga menyebabkan ruas jalan provinsi itu cepat mengalami kerusakan.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang, Atang Sutarno, mengatakan, dengan demikian bahwa mobilitas truk besar tersebut dipastikan melanggar aturan dalam penggunaan ruas jalan provinsi ini.

"Dampak dari pelanggaran tersebut, selain terhadap kerusakan jalan karena tonasenya berlebih, juga berdampak pada masalah lalu lintas (kemacetan)," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (30/5/2021).

Ruas Jalan Sumedang-Situraja-Cisitu-Darmaraja-Wado itu, kata Atang, merupakan jalan kelas tiga, yaitu jalan arteri dan kolektor dengan fungsi dimensi serta MST hanya delapan ton, sehingga truk tambang batu itu tidak sesuai dengan kapasitas kelas jalan.

"Tapi, karena ruas jalan itu statusnya jalan provinsi, maka kita tidak bisa untuk memberikan tindakan terhadap perusahaan (tambang batu), karena kewenangan provinsi," kata Atang.

Atas hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumedang mengirimkan surat resmi terhadap Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat untuk segera melakukan penindakan untuk truk besar tersebut.

Baca juga: Terekam Video, Truk Oleng lalu Serempet Mobil dan Gerobak Pedagang Kaki Lima di Rancaekek

"Kami juga berkoordinasi dengan provinsi untuk segera menindaklanjuti dan memberi solusi atau memberikan tindakan kepada pihak terkait, dalam hal ini pihak perusahaan," ucapnya.

Atang mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan ke Pemprov Jabar untuk melakukan penertiban truk besar itu karena pihaknya kerap menerima keluhan dari masyarakat terkait mobilitas truk itu.

"Kami menyampaikan kepada pimpinan (Pemprov Jabar), sesuai dengan fakta dan data di lapangan. Kita sudah sampaikan semua," ujar Atang.

Baca juga: Angkot Maut Baleendah Itu Ternyata Berniat Kejar Truk yang Bersenggolan, Malah Tabrak Motor

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved