Jelang Libur Awal Juni 2021, Disparbud Jabar Lakukan Early Warning Berikut Ini

Jelang libur awal Juni 2021 Disparbud Jabar melakukan early warning salah satunya di tempat wisata

ISTIMEWA
ilustrasi covid- Jelang libur awal Juni 2021 Disparbud Jabar melakukan early warning salah satunya di tempat wisata 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat masih berupaya mengakselerasi industri kepariwisataan untuk mendongkrak perekonomian, di samping mengendalikan penyebaran Covid-19.

Kepala Disparbud Jabar, Dedi Taufik, mengatakan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota melakukan early warning melalui penerapan protokol kesehatan dan pengetesan.

Kebijakan yang dilakukan secara disiplin oleh pengelola maupun pengunjung merupakan salah satu kunci industri pariwisata bisa berbenah di masa pandemi.

Baca juga: 50 Hidden Paradise Pariwisata Ditemukan di Jawa Barat, Segera Dieksplorasi Disparbud Jabar

“Di sektor pariwisata yang memang kita sekarang dalam rangka pemulihan. Menunu tahun 2022, kita berharap nanti ada sebuah penormalan-penormalan, ini juga diawali dengan pemulihan kita punya strategi-strategi,” ucap dia melalui ponsel, Minggu (30/5).

Early warning di sejumlah tempat wisata sendiri, katanya, dilakukan dengan penegakan prokes, sekaligus pengetesan secara acak kepada pengunjung.

Early warning ini biasanya diperketat pada akhir pekan dan masa libur, sesuai tingkat keterisian tempat wisata yang meningkat di masa libur.

Kemudian, katanya, dilakukan juga dengan cara melakukan sterilisasi seminggu sekali.

Baca juga: Disparbud Awasi Tempat-tempat Wisata di Jabar, Wisatawan di Lembang Bakal Membeludak

Dalam sehari, tempat wisata ditutup untuk dilakukan pembersihan lokasi dengan desinfektan. 

Pekan ini pun diperkirakan terjadi peningkatan kunjungan ke tempat wisata di Jabar berkaitan dengan libur nasional. Yakni 30 Mei dan 1 Juni 2021, sedangkan 31 Mei menjadi "hari kejepit".

Pengetatan prokes pun dilakukan di hotel dan penginapan sebagai upaya antisipasi wisatawan yang melakukan staycation.

Disparbud Jabar dan Satgas Covid-19 bersama kabupaten kota melakukan early warning untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tempat wisata.

Penegakan protokol kesehatan hingga pengetesan rapid antigen terus dipantau di 108 titik destinasi wisata yang tersebar di 27 kabupaten kota. Rapid test antigen yang sudah disiapkan ada sebanyak 37 ribu alat.

Baca juga: Disparbud Jabar Monitoring 108 Destinasi Wisata Saat Libur Lebaran, Tebar 37 Ribu Tes Rapid Antigen

Ia mengaku memiliki sejumlah pilar sebagai strategi dalam rangka mengakselerasi pariwisata dan kebudayaan di Jawa Barat. Pertama, menguatkan kekuatan budaya.

Jawa Barat memiliki zona budaya, Sunda Betawi, Sunda Priangan di wilayah Metropolitan Bandung dan sekitarnya dan Cirebonan. Kekuatan itu akan diangkat melalui sebuah ekspansi budaya di masing-masing kabupaten kota di masa pemulihan ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved