Breaking News:

2 Hari Mogok Produksi, Pengrajin Tahu Tempe di Tasikmalaya Mengaku Rugi Rp 1,5 Miliar

Namun demi unjuk keprihatinan atas naiknya harga kacang kedele hingga Rp 11.000 per kg, risiko rugi tetap diambil para pengrajin.

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Pabrik tahu di dearah Lingkungan Andir saat memproduksi tahu kuning. Dua hari melakukan mogok produksi, ribuan pengrajin tahu dan tempe di Tasikmalaya ternyata harus menanggung kerugian sekitar Rp 1,5 miliar. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Dua hari melakukan mogok produksi, ribuan pengrajin tahu dan tempe di Tasikmalaya ternyata harus menanggung kerugian sekitar Rp 1,5 miliar.

Namun demi unjuk keprihatinan atas naiknya harga kacang kedele hingga Rp 11.000 per kg, risiko rugi tetap diambil para pengrajin.

Sejumlah pengrajin yang tergabung dalam Himpunan Pengrajin Tahu Tempe (HPT2) Tasikmalaya, mengungkapkan, anggota HPT2 diperkirakan mencapai 2.500 pengrajin.

"Dari ribuan pengrajin itu, nilai produksi rata-rata per hari mencapai Rp 750 juta. Jadi kalau produksi dua hari berarti Rp 1,5 miliar," kata Amat Rianto, salah seorang anggota HPT2 Tasikmalaya, Sabtu (29/5).

Dengan kerugian sekitar Rp 1,5 miliar karena tak berproduksi selama dua hari, menurut Amat, terpaksa ditanggung pengrajin demi untuk keprihatinan.

"Jadi unjuk keprihatinan ini secara materi nilainya mahal. Kami melakukannya dengan harapan ada solusi, ada jalan keluar dari pemerintah," kata Amat.

Dengan adanya mogok produksi ini, seluruh pedagang tahu dan tempe pun berhenti berjualan di seluruh pasar di Tasikmalaya.

Saat pengurus HPT2 dan Kopti Tasikmalaya melakukam sweeping di Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, tak menemukan pedagang berjualan tahu dan tempe.

Kecuali seorang pedagang yang sehari sebelumnya kadung ada yang pesan untuk hajatan.

Tapi ia segera membawa kembali jualannya ke rumah.

"Biar transaksinya nanti saja di rumah, demi kekompakan aksi mogok ini," ujar pedagang tersebut. (firman suryaman)

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved