Breaking News:

Sinergi Metrologi: Strategi Pulihkan Ekonomi Nasional Melalui Kepercayaan Terhadap Alat Ukur

Sinergisitas antara lembaga-lembaga terkait metrologi di Indonesia merupakan sebuah kunci yang dapat membuka jalan dalam pemulihan ekonomi

Istimewa

TIRBUNJABAR.ID Bandung, 28 Mei 2021 –Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung selama kurang lebih 1 tahun, memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap ekonomi dan sosial masyarakat. Sesuai arahan kebijakan Pemerintah Pusat, penanganan COVID-19 menjadi hal utama yang tetap menjaga kinerja sektor ekonomi nasional. Metrologi sebagai bagian dari upaya untuk menjaga kebenaran pengukuran terkait dengan kepentingan umum, memiliki peran vital baik dalam sektor kesehatan maupun dalam upaya pemulihan ekonomi dalam kerangka menjaga kepercayaan konsumen dalam bertransaksi. Berbagai alat ukur kesehatan digunakan untuk menangani pandemi COVID-19 terkait testing, tracing, dan treatment. Begitu pula alat ukur yang digunakan dalam bertransaksi yang saat ini mulai meningkat perdagangan secara online yang membutuhkan kepercayaan terhadap ukur, takaran, dan timbangan.

“Kebenaran hasil pengukuran terhadap alat ukur menjadi hal yang penting dan harus diperhatikan. Alat ukur yang benar dan sesuai ketentuan akan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan tentunya akan menjaga keberterimaan hasil pengukuran dan kredibilitas dari pemerintah.” ujar Dr. Ghufron Zaid, Msc, Direktur Standar Nasional Satuan Ukuran Termoeletrik dan Kimia Badan Standardisasi Nasional.

Metrologi B
Metrologi B ()
Metrologi C
Metrologi C ()

Rusmin Amin, Direktur Metrologi menegaskan bahwa Pemerintah baik pusat dan daerah terus berupaya untuk dapat menjaga ketertiban dan kebenaran hasil pengukuran sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal. “Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Metrologi sesuai dengan rencana strategis secara berkesinambungan terus menjaga peningkatan keberterimaan terhadap hasil pengukuran di tingkat nasional dan internasional. Hal ini terus dilakukan dengan berkolaborasi dengan Badan Standardisasi Nasional dalam hal pengelolaan terhadap Standar Nasional Satuan Ukuran.” tambah Rusmin Amin dalam kegiatan Talskhow “Sinergi Metrologi Pulihkan Ekonomi” dalam rangka Hari Metrologi Sedunia.

Ir. Sodikin Sadek, M.Kes selaku Direktur Pengawasan Alat Kesehatan dan PKRT Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan menambahkan bahwa alat ukur kesehatan yang digunakan di Rumah Sakit dan unit-unit pelayanan kesehatan wajib dikalibrasi setiap tahun. “Kalibrasi ulang setiap tahun wajib dilakukan terhadap alat ukur kesehatan yang digunakan di Indonesia. Disamping itu juga, ijin edar juga harus dimiliki sebelum alat kesehatan tersebut dijual di wilayah Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga bahwa alat ukur kesehatan seperti tensi meter, termometer, dan lain-lainnya aman digunakan, bermutu, tetap akurat, dan sesuai dengan persyaratan teknis yang berlaku.” Lanjut Ir. Sodikin Sadek.

Metrologi D
Metrologi D ()

“Sinergisitas antara lembaga-lembaga terkait metrologi di Indonesia merupakan sebuah kunci yang dapat membuka jalan dalam pemulihan ekonomi dimasa pandemi. Kolaborasi lintas sektoral yang mencakup sektor kesehatan dan sektor perdagangan yang selanjutnya didukung dengan penelitian dan pengembangan dibidang metrologi perlu secara bersinambungan dilakukan sehingga pada akhirnya metrologi dapat memberikan peran nyata dan manfaat bagi kepentingan bangsa dan negara.” Ujar Veri Anggrijono, Dirjen Perlindungan Konsumen dan Perlindungan Konsumen, Kementerian Perdagangan dalam sambutannya pada kegiatan Talkshow yang diselenggarakan secara online tersebut.

Akhir kata, metrologi nasional perlu terus dikembangkan dan disesuaikan dengan perkembangan perekonomian dan kemajuan teknologi sehingga dapat memberikan manfaat bagi kemanusiaan, lingkungan hidup, dan ekonomi, serta perlu dilakukan penyesuaian terhadap perkembangan di lingkup nasional, regional, dan internasional. “Kolaborasi dan sinergisitas antara kementerian dan lembaga, pemerintah daerah dan masyarakat untuk membangun metrologi diperlukan untuk mendukung agenda pembangunan nasional dan menumbuhkembangkan budaya tertib ukur secara nasional.” Ujar Rusmin Amin, Direktur Metrologi.

Editor: bisnistribunjabar
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved