Breaking News:

PPDB Jabar 2021

Wagub Jabar Wanti-wanti PPDB Jangan Jadi Ajang Bisnis Sekolah, Ini Sanksinya Jika Terbukti

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum mewanti-wanti PPDB jangan sampai menjadi ajang bisnis sekolah.

Tribun Jabar/Firman Suryaman
Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, meminta PPDB jangan jadi ajang bisnis sekolah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Wakil Gubernur (Wagub) Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, mewanti-wanti pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK jangan menjadi ajang bisnis.

Jika ada sekolah terbukti melakukan pungutan dalam PPDB, Pemprov Jabar akan bertindak tegas.

Sanksi terberat adalah mencabut izin operasional sekolah tersebut.

"Ini berlaku bagi semua sekolah, baik negeri maupun swasta. Jika ketahuan memungut maka sanksi terberat adalah dicabut izin opersionalnya," kata Pak Uu seusai memberikan pembinaan kepada para pegawai Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XIII di Hotel Amaris, Jalan KHZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, Kamis (27/5/2021).

Pak Uu menegaskan, Pemprov Jabar sudah mengeluarkan program gratis sekolah bagi SMA/SMK di seluruh wilayah Jabar.

"Setiap siswa sudah diberi subsidi sebesar Rp 600 ribu. Itu sudah cukup. Belum lagi ada bantuan lain," ujar Pak Uu.

Karenanya jika pihak sekolah melakukan pungutan, sudah keterlaluan. Terutama pada musim PPDB diduga kental dengan nuansa bisnis.

"Ini tidak boleh terjadi. Pendidikan adalah hak semua warga negara dan difasilitasi pemerintah. Kalau ada pungutan sudah tentu menyimpang," kata Wagub.

Pak Uu berharap masyarakat ikut memantau pelaksanaan PPDB.

Jika ada indikasi praktik bisnis segera laporkan ke instansi terkait.

Baca juga: Ingin Diterima Di Sekolah yang Diinginkan Saat PPDB? Ini Kata Kepala Dinas Kabupaten Bandung

Penulis: Firman Suryaman
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved