Breaking News:

Liputan Khusus Tribun Jabar

Akhir Pekan Nanti, Perajin Tahu dan Tempe di Bandung Gelar Aksi Mogok, Protes Harga Kedelai

Perajin tahu di Bandung kembali mengancam untuk menggelar aksi mogok produksi dan berjualan selama tiga hari, 28-30 Mei.

Tribun Jabar/Cipta Permana
Perajin di sentar tahu Cibuntu, Supardi (56) dan istrinya Lilis Sudiarti. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Perajin tahu di Bandung kembali mengancam untuk menggelar aksi mogok produksi dan berjualan. Rencananya, aksi mogok produksi dan berjualan mereka lakukan selama tiga hari, 28-30 Mei.

Aksi mogok sebagai buntut dari terus melambungnya harga kedelai, yang merupakan bahan baku utama tahu, selama beberapa minggu terakhir.

Seorang perajin tahu Cibuntu, Deden (46), mengatakan, saat ini harga kedelai telah mencapai Rp 10.700, bahkan ada juga yang sampai Rp 12 ribu per kilogram. Padahal, harga normalnya Rp 6.800-Rp 7 ribu per kilogram. 

"Naiknya sudah sejak sebelum bulan Puasa. Waktu itu masih antara Rp 7 ribu sampai Rp 8 ribuan per kilogram, tapi dari bulan Puasa sampai Lebaran, malahan sampai hari ini harganya terus naik. Kalau begini terus, kami yang bingung. Mau jual berapa  ke konsumen?" ujarnya saat ditemui di Jalan Cibuntu Selatan, Kelurahan Warung Muncang, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Rabu (26/5/2021).

Deden mengaku telah melakukan berbagai upaya agar tidak sampai menaikkan harga jual tahu produksinya. Mulai dari mengecilkan ukuran tahu hingga menjual tahu secara terbatas. 

PENJUALAN KEDELAI MENURUN - Seorang pekerja memasukkan kacang kedelai ke dalam karung untuk ditimbang di salah satu toko kacang kedelai di Jalan Terusan Pasirkoja, Kota Bandung, Selasa (24/7). Penjulan kacang kedelai untuk bahan baku membuat tahu dan tempe selama sebulan terakhir di tempat ini turun hingga 30 persen. Hal tersebut dipicu naiknya harga kedelai asal Amerika tersebut menjadi Rp 7.600 - Rp 7.800 per kg dari harga sebelumnya Rp 6.500 per kg.
PENJUALAN KEDELAI MENURUN - Seorang pekerja memasukkan kacang kedelai ke dalam karung untuk ditimbang di salah satu toko kacang kedelai di Jalan Terusan Pasirkoja, Kota Bandung, Selasa (24/7). Penjualan acang kedelai untuk bahan baku membuat tahu dan tempe selama sebulan terakhir di tempat ini turun hingga 30 persen. Hal tersebut dipicu naiknya harga kedelai asal Amerika tersebut menjadi Rp 7.600 - Rp 7.800 per kg dari harga sebelumnya Rp 6.500 per kg. (Gani Kurniawan)

"Karena harga tahu yang saya jual sudah Rp 1.000 per butir, maka tidak mungkin saya naikkan lagi. Bisa kabur nanti pembeli. Jadi solusinya saya perkecil saja ukurannya, bahkan baru dua hari ini saya jualnya terbatas, biasanya sehari saya produksi 100 papan (1 papan = 100 butir tahu), tapi kemarin saya hanya bikin 60-70 papan saja. Saya khawatir kalau produksi seperti biasa, bahan baku habis, terus harus beli kedelai lagi yang lagi mahal, habis dong modal saya,"  ujarnya.

Baca juga: Dedi Mulyadi Tantang Buwas Sebut Nama-nama Setan yang Bikin Harga Kedelai Mahal, Biar Orang Tahu

Dengan kondisi tersebut, Deden mengaku akan ikut aksi mogok berproduksi dan berjualan ini seperti teman-temannya. Deden berharap, dengan aksi mogok ini pemerintah segera mencari solusi  untuk mengatasi mahalnya harga kedelai.

"Insyaallah, saya ikut kaksi mogok nanti," ujarnya.

Perajin tahu Cibuntu lainnya, Supardi (57), mengaku belum memutuskan akan ikut mogok produksi dan berjualan tahu atau tidak, Jumat hingga Minggu nanti. 

Ia masih ragu karena khawatir dengan dampaknya pada kondisi ekonomi para pegawainya, yang buruh harian. Terlebih, di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini, mendapatkan pekerjaan menjadi jauh lebih sulit. 

Halaman
123
Penulis: Cipta Permana
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved