Breaking News:

Tiap Tahun di Indonesia, Lahir Hingga 9.000 Bayi dalam Kondidi Bibir Sumbing

Menurut dokter spesialis bedah dr. Yantoko, kelahiran lahir bayi bibir sumbing atau atau celah langit-langit antara 8.000 hingga 9.000 per tahun

Dokumentasi Tribun Jabar
Smile Train, melakukan sosialisasi mengenai bibir sumbing dan celah langit di SMAN 1 Nagreg, Jalan Raya Nagreg KM 8, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jumat (19/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnewa.com, Fauzi Alamsyah

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Sekitar 9.000 bayi lahir dalam kondisi bibir sumbing di Indonesia  dalam setiap tahun.

Menurut dokter spesialis bedah dr. Yantoko, kelahiran lahir bayi dalam kondisi bibir sumbing atau atau celah langit-langit antara 8.000 hingga 9.000 per tahun.

Angka ini menjadi sumbangan cukup besar untuk total kelahiran bayi dalam kondisi sumbing di dunia.

"Kasusnya setiap tiga menit lahir bayi sumbing di dunia. Kalau angka kejadian ada yang menyebutkan 400 dari kelahiran baru, ada yang 600, dan 800. Jadi memang banyak," ujar dokter Yantoko saat ditemui dikawasan Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/5/2021).

Bukan tanpa masalah, tak sedikit orang tua merasa takut ketika mengetahui anak mereka terlahir dengan keadaan bibir sumbing. Berbeda halnya dengan penyakit lainnya yang sama sekali tidak terlihat ketika dewasa.

Baca juga: Video Mengharukan Bayi Mendiang Sapri Pantun Digendong, Adik Sapri Tulis Doa dari Lirik Iwan Fals

"Memang kasus sumbing lumayan banyak dan itu terlihat nyata sekali karena langsung berhadapan kita melihat bibirnya tidak nyambung atau suaranya tidak bagus atau sengal," katanya.

"Beda dengan kelainan yang lain misal hipospadia, kelainan di saluran kencing, gak akan terlihat sampai dewasa," ujarnya.

"Di sini lah pekerjaan kita cukup berat karena secara psikis orangtua langsung 'aduh anakku kok begini'. Pertama kali pasti takut akhirnya saling menyalahkan," katanya.

Dalam upaya mengurangi dan membantu keluarga tidak mampu yang memiliki bayi dengan bibir sumbing, organisasi Smile Train Indonesia bersama para donatur melakukan program operasi bibir sumbing.

Program tersebut dimulai sejak 2002. Country Manager Smile Train Indonesia Deasy Larasati mengatakan, operasi bibir sumbing telah dilakukan kepada sekitar 95 ribu bayi.

"Sampai saat ini di Indonesia, kami sudah membantu 95.000 operasi. Kenapa bisa banyak, karena setiap tahun, dengan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia, kurang lebih 8 sampai 9 ribu lahir bayi dalam keadaan bibir sumbing atau celah langit-langit," ucapnya.

Baru-baru ini, badan amal Smile Train Indonesia bekerja sama dengan Snack Video untuk memberikan bantuan kepada 300 pasien bibir sumbing di Indonesia. Adapun hasil dana yang terkumpul sebanyak Rp 1,5 miliar.

Penulis: Fauzi Nur Alamsyah

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Setiap Tahun, Ada 9 Ribu Bayi Lahir dalam Kondidi Bibir Sumbing

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved