Breaking News:

Semua Sekolah Boleh Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka, Tapi di Dua Desa Tak Dibolehkan

Semua sekolah di Ciamis untuk berbagai tingkatan, sejak Senin (24/5) kembali memulai pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Uji coba pembelajaran tatap muka di ciamis 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Semua sekolah di Ciamis untuk berbagai tingkatan, sejak Senin (24/5) kembali memulai pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Kecuali sekolah yang berada di dua desa, yakni Desa Kadupandak, Kecamatan Tambaksari dan Desa Rajadesa, Kecamatan Rajadesa.

“Kedua desa tersebut masuk zona merah. Jadi sekolah di dua desa tersebut tidak melaksanakan PTM terbatas,” ujar Kadisdik Ciamis Dr Asep Saeful Rahmat S.Ip Msi kepada Tribun, Rabu (26/5).

Karena kategori risiko tinggi penularan Covid-19, semua sekolah baik SD/MI di Desa Kadupandak, Tambaksari maupun SD/MI, SMP/MTS dan SMK di Rajadesa tidak melaksanakan PTM terbatas lanjutan.

Baca juga: Ada Warga Sekitar Sekolah Terpapar Covid-19, PTM di 3 SD di Cidolog Ciamis Dihentikan Sementara

Menurut Kabid P2P Dinkes Ciamis, dr H Bayu Yudiawan MM, baik Desa Kadupandak di Tambaksari maupun Desa Rajadesa di Kecamatan Rajadesa sedang menjalani lockdown karena adanya kasus terkonfirmasi positif.

Atas pertimbangan dari Satgas Covid-19 Ciamis, menurut Kadisdik Ciamis Dr Asep Saeful Rahmat, di dua desa yang masuk zona merah tersebut tidak dilaksanakan PTM terbatas yang berlangsung mulai 24 Mei sampai 24 Juni nanti.

Menurutnya, dari 744 SD di Ciamis, hanya SD yang berada di Desa Rajadesa dan Desa Kadupandak saja yang tidak mengikuti PTM.

Baca juga: Usai Libur Lebaran, Daerah Ini Lanjutkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Tapi Larang Kegiatan Ini

Sementara untuk SD lainnya, peserta PTM terbatas minggu ini hanya murid kelas VI. Karena kelas VI saat ini mengikuti ujian akhir sekolah. “Setelah selesai ujian akhir, minggu depan PTM terbatas di SD akan diikuti semua kelas mulai dari kelas I,” ujar Asep.

Sedangkan peserta PTM terbatas tingkat SMP di Ciamis sebanyak 131 SMP kecuali SMP swasta. “Untuk SMP swasta kami serahkan kepada pengelola sekolah. Kalau SMPN negeri di Ciamis semuanya mengikuti PTM. Tapi itupun hanya untuk kelas VII dan kelas VIII. Sementara kelas IX, sudah selesai ujian jadi tidak perlu hadir ke sekolah,” katanya.

Tingkat SMA, SMK dan Aliyah, PTM juga hanya diikuti kelas X dan XI. Karena kelas XII, juga sudah selesai mengikuti ujian akhir jadi tidak perlu lagi datang ke sekolah. Seluruh SMA,SMK dan Aliyah di Ciamis mengikuti PTM terbatas kecuali SMA, SMK maupun Aliyah yang berada di desa/kelurahan yang masuk zona merah seperti Desa Rajadesa, Kecamatan Rajadesa.

Baca juga: Jelang Sekolah Tatap Muka di Sumedang, Baru 50 persen Guru yang Sudah Divaksin Covid-19

Untuk sekolah-sekolah di Kecamatan Cidolog juga mengikuti PTM terbtas termasuk SDN 1 Hegarmanah dan SDN 2 Hegarmana serta SDN ! Jelekong yang pada PTM ujicoba April lalu sempat dihentikan sementara ada warga di lingkungan sekitar sekolah yang terpapar Covid-19.

“Di Cidolog sudah tidak ada masalah. Sudah bisa kembali mengikuti PTM terbatas,” ucap Asep.

Hal serua juga diungkapkan Camat Cidolog, H Otong Bustomi. “SD di Hegarmana dan Jelekong sudah tidak ada masalah. Sudah aman dan sudah bisa melaksanakan PTM,” ujar Otong kepada Tribun, Rabu (26/5).

Menurut Asep Saeful Rahmat, saat ini banyak kondisi siswa yang sudah jenuh karena terlalu lama belajar di rumah akibat pandemi Covid-19. “Mudah-mudah-mudahan PTM ini bisa jadi solusi, lancar dan aman. Banyak siswa yang sudah jenuh, terlalu lama belajar di rumah.,” ujar Asep. (*)

Penulis: Andri M Dani
Editor: Darajat Arianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved