Rabu, 13 Mei 2026

Dua Nelayan Dikabarkan Hilang Akibat Gelombang Pasang 4,5 Meter di Sukabumi, Puluhan Perahu Rusak

Gelombang pasang menerjang perairan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (26/5/2021) pagi.

Tayang:
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Giri
Istimewa
Gelombang tinggi menerjang wilayah pantai Kabupaten Sukabumi, Rabu (26/5/2021). Selain perahu rusak, gelombang itu juga membuat dua nelayan dikabarkan hilang. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Gelombang pasang menerjang perairan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (26/5/2021) pagi.

Pantauan di lapangan, gelombang pasang terjadi mulai dari Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok, hingga ke wilayah Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, dan Pantai Minajaya, Kecamatan Surade.

Ketua Rukun Nelayan Ujung Genteng, Asep JK, mengatakan, terdapat puluhan perahu nelayan rusak akibat gelombang pasang.

Bahkan, dua nelayan dikabarkan hilang.

"Gelombang pasang cukup besar, kurang lebih perahu yang rusak ada 20. Ada laporan di Minajaya, perahunya hancur, nelayannya belum ketemu dua orang. Saya juga mau ke sana, soalnya belum jelas," kata Asep JK via WhatsApp.

Dihubungi terpisah, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Ciracap, Dadang Priatna, mengatakan, gelombang pasang terjadi sejak pukul 03.00 WIB.

Ketinggiannya mencapai 4,5 meter.

"Tapi sekarang sudah turun (jadi) 2,5 meter. Kadang gelombang datang tiba-tiba. Perahu juga banyak yang putus dan ada yang bolong kena karang," ucapnya.

Tak hanya merusak perahu, Dadang mengatakan, gelombang juga merusak fondasi vila yang berada di tepi pantai.

"Betul fondasi yang rusak di Vila Widia," ucapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved