Dituntut KPK 9 Tahun Penjara, Dadang Suganda: Saya Hanya Menjual Tanah ke Pemkot Bandung

Dadang Suganda, terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan ruang terbuka hijau (RTH) Pemkot Bandung tidak mengakui bersalah.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Giri
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Dadang Suganda, terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan ruang terbuka hijau (RTH) Pemkot Bandung. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dadang Suganda, terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan ruang terbuka hijau (RTH) Pemkot Bandung tidak mengakui bersalah.

"Tanah yang saya jual ke Pemkot Bandung itu tanah saya yang saya beli dari warga. Saya hanya menjual tanah ke Pemkot Bandung," ucap Dadang di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Selasa (25/5/2021) malam.

Kata dia, tuntutan jaksa juga dinilai berlebihan.

Apalagi lebih tinggi dari hukuman Heri Nurhayat, Kadar dan TomTom.

"Herry saja empat tahun, kenapa saya sembilan (tahun)? Tapi finalisasi nanti di majelis (putusan). Saya berharap ada keadilan," katanya.

Selain itu, yang menjual tanah dalam program RTH ini bukan hanya dia.

Tapi banyak pengusaha lainnya yang terlibat.

Namun dalam kenyataanya, hanya dia yang dijadikan tersangka.

Kuasa hukum Dadang, Efran, mengaku akan menyiapkan pembelaan.

Terlebih, apa yang dilakukan kliennya lebih ke ranah perdata, yakni soal jual beli tanah.

Baca juga: Bersalah dalam Kasus Korupsi Pengadaan RTH Kota Bandung, Dadang Suganda Dituntut 9 Tahun Penjara

"Dia kan swasta, enggak ada kaitannya dengan pasal 3 yang intinya menyalahgunakan wewenang dengan jabatannya. Pak Dadang ini kan swasta. Apalagi tuntutan jaksa tidak sesuai dengan fakta di persidangan," ujarnya.

Kemarin, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta agar majelis hakim menyatakan Dadang Suganda bersalah melakukan korupsi Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tipikor.

Selain itu, jaksa KPK juga meminta agar Dadang dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang, Pasal 3 Undang-undang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved