Selasa, 7 April 2026

Waspada Penipuan CPNS, Catut Nama Sekda Di Daerah Ini, Sudah Banyak Korban

Orang tak dikenal mencatut nama sekda untuk melakukan penipuan penerimaan CPNS

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Siti Fatimah
Pixabay.com
Ilustrasi penipuan - Orang tak dikenal mencatut nama sekda untuk melakukan penipuan penerimaan CPNS 

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN – Pejabat  Aparatur Sipil Negara, yakni Sekretaris Daerah Kuningan H Dian Rahmat Yanuar geram.

Hal itu muncul akibat ada pencatutan nama dan nomor melalui aplikasi Whats Apps.

“Betul kang, diketahui nama saya di catut itu banyak ASN baik dari perempuan maupun Laki- laki mengadu ke saya soal beragam,” ungkap Dian saat dihubungi ponselnya, Selasa (25/5/2021).

Baca juga: Modus Baru Penipuan, Tukar Perhiasan Emas Palsu Dengan Handphone, Ini Cara Tersangka Perdaya Korban

Usai diketahui namanya dan jabatannya di catut orang tak dikenal, Dian mengaku telah melakukan pelaporan terhadap lembaga kepolisian daerah.

Pasalnya, korban ulah oknum tersebut lebih dari satu dan menggunakan aksinya itu melalui beragam modus.

“Untuk aksi pencatutan nama dan nomor kontak, saya sudah lapor polisi.

Kemudian untuk modus yang digunakan oknum tersebut, diantaranya melakukan pengancaman mutasi kerja, penerimaan CPNS dan PPPK di Kuningan,” ujarnya.

Dari kejadian demikian, Dian meminta untuk seluruha ASN atau lapisan masyarakat Kuningan agar berwaspada dan kooperatif dalam menangkap oknum tersebut.

Baca juga: Penipuan Berkedok Bansos Marak Lagi, Janda Lanjut Usia Jadi Korbannya, Emas Rp 25 Juta Dibawa Kabur

“Kedepan kepada ASN atau orang siapa saja, saat ada orang menelpon dan mengaku saya, tolong jangan langsung dipercaya dan jika bisa lakukan penjebakan dan tangkap oknum tersebut,” ujarnya.

Mengulas pengaku korban, kata Dian mengaku bahwa ciri – ciri oknum mengatasnamakan dirinya.

Tidak faseh dalam berbahasa sunda dan sering menghindar saat si calon korban melangsungkan komunikasi via sambuangan selulur.

“Ya jadi begini, saat saya tanya beberapa korban. Si korban mengaku bahwa pencatut atau si oknum itu tidak bisa berbahasa sunda. Kemudian terakhir pernah di lakukan pelacakan melalui metode IT, pelaku berada di Daerah Jember,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved