Jumat, 24 April 2026

Pemerintah Diminta Selidiki Aliran Dana Pembayaran Gaji PNS Fiktif

Karena itu, perlu pembenahan menyeluruh dan penyelidikan secara tuntas tentang aliran dana yang digunakan untuk pembayaran para ASN fiktif tersebut.

TAUFIK ISMAIL / TRIBUNNEWS.COM
Politikus Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, buka suara soal puluhan ribu data PNS fiktif.

Ia mengaku prihatin karena gaji terus mengalir ke rekening sesuai data PNS fiktif itu, termasuk iuran pensiun. Hal tersebut terjadi sejak 2014.

Menurut Sufmi Dasco Ahmad, hal ini tak dapat dimaklumi mengingat jumlah data PNS fiktif yang masih mendapatkan gaji hampir 100 ribu orang.

"Kalau keliru sampai 10 sampai 15 orang kita masih bisa maklum, tapi kalau sampai hampir 100 ribu bahkan lebih ini perlu diusut secara tuntas," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/5/2021).

Dasco menilai pemerintah perlu membentuk tim khusus untuk menginvestigasi kasus tersebut, agar kedepannya hal itu tidak terulang kembali.

Baca juga: Hampir 100 Ribu Data PNS Fiktif: Gaji Dibayar, Orangnya Tak Ada, Berapa Banyak di Jawa Barat?

"Ya justru itu karena ini mestinya banyak pihak yang mesti mengklarifikasi, menurut saya perlu dibentuk tim khusus," kata Sufmi Dasco Ahmad.

Ketua Harian DPP Gerindra itu menduga, ada kesalahan administrasi dalam hal tersebut.

Karena itu, perlu pembenahan menyeluruh dan penyelidikan secara tuntas tentang aliran dana yang digunakan untuk pembayaran para ASN fiktif tersebut.

"Hal ini mungkin administrasinya perlu dibenahi dan juga perlu dicek secara tuntas larinya uang pembayaran negara tersebut kepada siapa," ujar Sufmi Dasco Ahmad. (Penulis: chaerul umam)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pemerintah Diminta Bentuk Tim Khusus Usut Tuntas 97 Ribu Data ASN Fiktif

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved