Breaking News:

Memasuki 75 Tahun Provinsi Jabar, Pak Uu Sebut Tidak Ada Lagi Desa Tertinggal di Jabar

Peningkatan signifikan terasa setahun terakhir, dari jumlah status desa mandiri asalnya hanya 98 pada tahun 2019, menjadi 270 desa mandiri pada 2020

Tribun Jabar/ Muhamad Syarif Abdussalam
Pak Uu saat memberikan sambutan pada Acara Deklarasi Indeks Desa Membangun (IDM) Kabupaten Ciamis Tahun 2021, di Kabupaten Ciamis, Senin (24/5). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pak Uu mengatakan memasuki 75 tahun Provinsi Jabar, semua desa telah merdeka dari ketertinggalan.

Kini, dari 5.312 desa, tidak ada lagi yang berstatus tertinggal.

Peningkatan signifikan terasa setahun terakhir, dari jumlah status desa mandiri asalnya hanya 98 pada tahun 2019, menjadi 270 desa mandiri pada 2020. Kemudian desa berstatus maju meningkat dari 1.232 menjadi 1.631 desa.

Baca juga: Uu Ruzhanul Ulum: Membangun Desa Sama dengan Membangun Jawa Barat

Hal tersebut dikatakan Pak Uu saat memberikan sambutan pada Acara Deklarasi Indeks Desa Membangun (IDM) Kabupaten Ciamis Tahun 2021, di Kabupaten Ciamis, Senin (24/5/2021).

Menurut Pak Uu, peningkatan Indeks Desa Membangun menunjukkan perbaikan desa pada aspek sosial, ekonomi, dan infrastruktur. Karenanya saat ini, dari total 5.312 desa sudah tidak terdapat lagi desa tertinggal di Jabar.

Sementara prestasi internasional, program Desa Digital yang digulirkan Dinas Komunikasi dan Informatika sukses terpilih sebagai Digital Equity and Accessibility pada ajang IDC Smart City Asia Pasifik Awards 2020.

Menurut Pak Uu, Desa Digital merupakan penjabaran visi West Java Digital dari semua sektor.

“Melalui program ini kita dapat memberdayakan masyarakat dan meningkatkan aksesibilitas melalui pemanfaatan teknologi digital dan internet. Dengan internet, kita bisa mengakses berbagai hal untuk diambil manfaatnya,” ujar Pak Uu.

Baca juga: Wagub Jabar Uu Ruzhanul Bersama Buruh Serukan Dukungan untuk Rakyat Palestina

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui berbagai program khusus untuk desa, di antaranya dinamakan digitalisasi desa, berupaya meningkatkan aksesibilitas masyarakat desa terhadap jaringan internet dan komunikasi.

"Kalau ada desa yang tidak ada sinyal, mari kita berusaha koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena memang digitalisasi sangat penting. Siapa yang mengetahui menguasai digital, itu yang akan menguasai kesempatan-kesempatan," katanya.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved