Kamis, 16 April 2026

Penjelasan Pakar tentang Gempa Blitar yang Getarannya Juga Dirasakan hingga ke Bali

Beberapa wilayah turut merasakan lindu akibat gempa yang terjadi di Blitar, Jawa Timur, Jumat (21/5/2021) malam.

Editor: Giri
capture bmkg.go.id
Gempa bumi bermagnitudo 6.2 menguncang Blitar, Jawa Timur, Jumat (21/5/2021) malam. Getarannya dirasakan hingga ke Bali. 

TRIBUNJABAR.ID - Beberapa wilayah turut merasakan lindu akibat gempa yang terjadi di Blitar, Jawa Timur, Jumat (21/5/2021) malam. Gempa bermagnitudo 6,2 terjadi pukul 19.09. WIB.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa Blitar terjadi di 57 kilometer tenggara Blitar, dengan lokasi 8.63 LS,112.34 BT dan kedalaman 110 kilometer.

Meski berpusat di Blitar, gempa Blitar ini terasa di DI Yogyakarta, Surabaya, hingga Bali.

Menurut Gayatri Indah Marliyani, pakar Tektonik Aktif Geologi Gempa Bumi dari Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM, kedalaman dan magnitude yang besar menyebabkan rambatan gelombang gempa menjangkau area yang luas.

“Di Yogyakarta tadi goyangan gempa cukup terasa sekitar 10 detik. Di Jawa Timur juga sudah ada bangunan-bangunan yang rusak akibat gempa. Dikhawatirkan guncangan gempa tadi semakin melemahkan struktur bangunan,” kata Gayatri saat dihubungi Kompas.com, Jumat (21/5/2021).

Lebih lanjut ia menjelaskan, mekanisme gempa Blitar dilihat dari analisis mekanisme fokal berupa sesar naik dan dari kedalamannya terjadi pada bagian lempeng yang menunjam atau disebut intraslab.

Terjadinya gempa intraslab, berkaitan dengan zona subduksi Jawa yang berada 200 km di selatan Jawa.

Baca juga: Baru Saja Malam Ini, Gempa Bumi Magnitudo 6.2 Guncang Blitar Jatim, BMKG: Hati-hati Gempa Susulan

Sehingga, akibat subduksi ini bisa terbentuk zona-zona kegempaan, di zona tumbukan (megathrust), zona interslab, dan intraslab.

Gayatri mengatakan, ada potensi terjadinya gempa susulan.

Namun, dilihat dari besaran gempanya, potensi gempa susulan yang mungkin muncul magnitudonya akan semakin kecil.

“Kalau M 6.2 biasanya tidak perlu waktu lama untuk tubuh bantuan kembali ke kesetimbangan. Apalagi pada kedalaman 110 kilometer, batuan cenderung lebih liat daripada di dekat permukaan bumi,” ucapnya.

Gayatri juga menyebut, gempa instraslab yang terjadi di Blitar ini kemungkinan tidak akan menyebabkan tsunami, karena biasanya gempa yang menyebabkan tsunami adalah gempa di daerah tumbukan.

Meski demikian, ia menekankan untuk tetap waspada.

Baca juga: Tadi Malam Gempa Bumi Guncang Blitar dan Bukittinggi, Ini 5 Tips Penting Rancang Rumah Tahan Gempa

Pasalnya, daerah Jawa Timur menyimpan potensi gempa megathrust yang bisa menyebabkan tsunami.

“Sejarah tsunami di wilayah ini juga ada, sehingga memang harus tetap waspada,” katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gempa Blitar Terasa hingga Surabaya dan Bali, Pakar Jelaskan Sebabnya", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/sains/read/2021/05/21/211238423/gempa-blitar-terasa-hingga-surabaya-dan-bali-pakar-jelaskan-sebabnya?page=all#page2.

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved