Breaking News:

Kawasan Industri Berkembang, Bantu Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja untuk Industri Manufaktur

Industri manufaktur terus menyerap tenaga kerja dan menghasilkan rantai ekonomi baru, seiring tingginya

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Ichsan
istimewa
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Industri manufaktur terus menyerap tenaga kerja dan menghasilkan rantai ekonomi baru, seiring tingginya minat investor untuk berinvestasi meningkatkan ekpansi perusahaan. 

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah angkatan kerja pada 2020 di wilayah Karawang mencapai 1.162.633 orang dengan tingkat penyerapan tenaga kerja 88.2 persen, sebanyak 32,2 persennya bekerja di industri manufaktur.

Sebagian dari industri manufaktur tersebut tidak lain adalah 148 tenant di Suryacipta City of Industry atau dikenal dengan Suryacipta yang berlokasi di Karawang Timur (1.400 hektar). 

Tenant tersebut berasal dari berbagai sektor industri, di antaranya otomotif, FMCG, building material, packaging, elektronik, farmasi dan alat kesehatan, steel & metal, logistik, dan permesinan.

Baca juga: Penerapan Smart City, Bisa Jadi Solusi Hadapi New Normal dan Pemerintah Diyakini Mampu Mewujudkannya

Head of Sales Suryacipta, Binawati Dewi menyampaikan ada sebanyak 33.400 pekerja saat ini yang bekerja di seluruh tenant kawasan industri Suryacipta yang 40 persennya atau 13.400 orang di antaranya berasal dari sekitar Suryacipta. 

"Ini berindikasi positif dari perkembangan kawasan industri terhadap penyerapan tenaga kerja setempat. Kami juga terus berperan aktif mendukung pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru dengan meluncurkan smart city di wilayah Subang," katanya, Jumat (21/5).

Smart city tersebut mengusung konsep smart and sustainable sehingga kawasan ini nantinya menjadi kawasan industri, komersial, serta residensial yang saling terintegrasi dan terciptanya ekosistem saling mendukung.

"Ada kekhawatiran perkembangan teknologi 4.0 akan mengurangi jumlah tenaga kerja. Tapi, dengan luas 2.717 hektare, Subang Metropolitan justru akan dapat menyerap lebih dari 50 ribu pekerja di industri manufaktur yang akan beroperasi di masa depan," ujarnya.

Baca juga: New Normal, 400 Perusahaan Manufaktur di Kota Bandung Minta Izin Beroperasi Kembali

Selain itu, perkembangan teknologi manufaktur pun dapat mendorong pertumbuhan tenaga kerja yang lebih terampil, sehingga menciptakan dorongan untuk tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Subang Metropolitan, kata Dewi, bakal memberikan kontribusi positif yang tidak hanya untuk perekonomian setempat, melainkan untuk kondisi sosialnya secara keseluruhan termasuk pendidikan.

"Pengembangan ini sejalan dengan visi kami yakni building a better Indonesia. Subang Metropolitan tidak hanya akan memberi kontribusi pada Subang tetapi Indonesia," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved