Breaking News:

Penjualan Galendo Ciamis Anjlok 90 Persen Gara-gara Larangan Mudik dan Tempat Wisata Ditutup

Camilan khas Ciamis tersebut sepi pembeli. Omset penjualan galendo pada liburan lebaran tahun 2021 anjlok sampai 90%.

Editor: Ravianto
andri m dani/tribun jabar
Perajin Galendo - H Endut Rohaedi alias Mang Endut (69) (pakai peci) perajin galendo, camilan khas Ciamis. Larangan mudik dan buka tutup objek wisata membuat omset galendo anjlok sampai 90% (foto/tribunjabar/andri m dani) 

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Larangan mudik   dan buka tutup berbagai objek wisata di Pangandaran pada lebaran tahun ini sangat berdampak pad perajin galendo di Ciamis.

Camilan khas Ciamis tersebut sepi pembeli. Omset penjualan galendo pada liburan lebaran tahun 2021 anjlok sampai 90%.

Seperti yang diungkapkan salah seorang perajin galendo di Ciamis, H Endut Rohaedi yang akrab disapa Mang Endut (69).

Menghadapi liburan lebaran Idulfitri tahun ini ia sudah mempersiapkan stok galendo sebanyak 5.000 pcs (potongan/pieces) dengan berbagai varian dan bentuk kemasan.

“Total stok mencapai 7 kuintal atau sekitar 5.000 pcs,” ujar Mang Endut kepada Tribun Rabu (19/5).

Sebanyak 7 kuintal galendo berbagai jenis, bentuk, rasa dan varian untuk stok lebaran tersebut menurut Mang Endut membutuhkan 20.000 butir kelapa dengan kualitas pilihan. Yang diolah selama bulan puasa.

Biasanya setiap lebaran, galendo memang salah satu pavorit oleh-oleh khas Ciamis yang selalu diburu para pemudik dan wisatawan yang pulang piknik dari Pangandaran.

Outlet penjualan galendo Mang Endut, yakni saung galendo rasa asli dii jalan raya Ciamis-Banjar km 3 Cijantung dan rumah produksi galendo rasa asli di Lingkungan Cilame Ciamis selalu diburu para pemudik dan wisatawan yang pulang piknik dari Pangandaran tujuan kembali ke Bandung atau Jabodetabek.

“Lebaran sekarang mudik dilarang. Objek wisata di Pangandaran buka tutup. Pemudik dan wisatawan yang mampir ke toko (galendo) benar-benar sepi. Ada yang mampir, kebanyakan hanya untuk istirahat dan ke WC. Yang belanja sedikit,” katanya.

Memasuki hari ke-6 setelah lebaran, H+6,  Rabu (19/5) menurut Mang Endut dari 7 kuintal galendo stok lebaran baru 10% yang terserap pembeli.

“Omset permintaan galendo benar-benar anjlok. Turunnya sampai 90%. Stok 7 kuintal baru sedikit yang terserap pembeli. Pandemi covid sangat berdampak pada kami (perajin galendo),” keluh Mang Endut.

Padahal dalam kondisi normal sebelum masa pandemi, seminggu setelah lebaran, stok galendo di toko penjualan umumnya sudah menipis. Banyak yang terjual (andri m dani).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved