Breaking News:

Krisna Kisahkan Detik-detik Reihan Tenggelam di Pantai Santolo Garut: Orang-orang Panik Teriak

Masih teringat jelas, detik-detik musibah yang menimpa mereka saat berenang di di Pantai Santolo, Kabupaten Garut, Minggu (16/5/2021).

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Istimewa/Dok Babinsa Mancagahar
Petugas sedang bersama korban tenggelam karena terbawa arus di Pantai Santolo, Garut, yang selamat, Minggu (16/5/2021). Satu orang dinyatakan hilang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Kesedihan mendalam tergambar jelas dari raut wajah Krisna Alfarizy (16). Meninggalnya Reihan Kholik, sangat memukulnya.

Masih teringat jelas, detik-detik musibah yang menimpa mereka saat berenang di di Pantai Santolo, Kabupaten Garut, Minggu (16/5/2021).

Saat ombak tiba-tiba menerjang, kata Krisna Alfarizy, mereka langsung terseret dan terbawa ke tengah.

Krisna dan kakaknya, Cecep Cahya Munggaran (24) serta keponakan mereka, Muhammad Reihan (14), berhasil selamat. Namun, Reihan Kholik terus terseret dan menghilang.

Krisna mengatakan, rekreasi ke Pantai Santolo pada masa libur Lebaran adalah kebiasaan yang selalu mereka lakukan setiap tahun.

Rekreasi itu, ujarnya, inisiatif dari para anggota rombongan yang berjumlah sepuluh orang, yang semuanya warga Gang Ata Kiria I, Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojong Loa Kaler.

Reihan Kholik (17), korban tenggelam di Pantai Santolo Garut, Minggu (16/5/2021), yang masih hilang.
Reihan Kholik (17), korban tenggelam di Pantai Santolo Garut, Minggu (16/5/2021), yang masih hilang. (Istimewa)

Baca juga: HEADLINE TRIBUN JABAR Hari Ini: Dua Jenazah Sempat Tertukar, Jasad Warga Garut Dibawa ke Bandung

"Jadi ke sana itu atas inisiatif sendiri, karena memang setiap tahun warga di sini pergi ke sana ( Pantai Santolo ). Jumlah yang berangkat ke sana sekitar sepuluh orang, ada yang pakai mobil, ada juga yang bawa motor. Berangkat Sabtu 15 Mei, dan rencananya pulang hari Minggu 16 Mei," kata Krisna Alfarizy saat ditemui di Gang Ata Kiria I, Selasa (18/5/2021).

Krisna mengatakan, saat musibah terjadi, ia bersama kakak, keponakan, dan Reihan Kholik tengah berenang di tepi pantai. Saat itu sekitar pukul 10.00. Cuaca sangat cerah.

Berselang setengah jam, air laut yang semula surut dan tenang, hanya sedalam lutut, tiba-tiba menjadi deras diikuti ombak besar. Hanya dalam hitungan detik mereka pun terseret ke tengah laut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved