Breaking News:

Jenazah Korban Tenggelam Tertukar

HEADLINE TRIBUN JABAR Hari Ini: Dua Jenazah Sempat Tertukar, Jasad Warga Garut Dibawa ke Bandung

Jasad yang dibawa ke Bandung ternyata jasad Jajang Nurjaman (17), korban tenggelam asal Margawati, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Proses pemulasaraan Reihan Kholik (17), wisatawan yang Minggu (16/5/2021) pagi tenggelam saat berenang di Pantai Santolo, Kabupaten Garut, terpaksa ditunda karena jenazah yang dipulasara di Bandung, Selasa (18/5/2021), ternyata bukan jasad Reihan.

Jasad yang dibawa ke Bandung ternyata jasad Jajang Nurjaman (17), korban tenggelam asal Margawati, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.

Seperti Reihan, Jajang juga tenggelam dan sempat hilang saat berenang di kawasan Pantai Selatan.

Baca juga: Mengapa Jenazah Warga Babakan Ciparay yangTenggelam di Pantai Santolo Bisa Tertukar?Ini Awal Mulanya

Kecurigaan bahwa jenazah yang dibawa dari Puskesmas Cikelet ke Bandung bukanlah jenazah Reihan sebenarnya sudah dirasakan warga dan keluarga Reihan saat memulasara jenazah.

Itu terlihat dari ciri-ciri fisik jenazah.

Reihan bertubuh kecil, sedangkan jenazah yang datang pada hari itu bertubuh agak gempal.

Namun, mengingat Reihan sudah tiga hari terombang-ambing di laut sebelum akhirnya ditemukan, kecurigaan itu pun akhirnya dibaikan.

Apalagi, sebelumnya, kedua orang tua Reihan yang ikut menanti pencarian di Garut seudah membenarkan bahwa itu jenazah Reihan.

Suasana rumah duka Reihan Kholik, remaja asal Kopo, Kota Bandung, yang tewas tenggelam di Pantai Santolo, Garut. Ada kabar jika jenazahnya tertukar.
Suasana rumah duka Reihan Kholik, remaja asal Kopo, Kota Bandung, yang tewas tenggelam di Pantai Santolo, Garut. Ada kabar bahwa jenazahnya tertukar. (Tribun Jabar/Cipta Permana)

Tapi, keraguan kemudian kembali muncul setelah salah seorang kerabat korban dan petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Cikelet yang ikut dalam mobil ambulans mendapat informasi bahwa tim SAR baru menemukan seorang lagi jenazah yang memiliki kemiripan dengan Reihan Kholik.

"Akhirnya pemulasaraannya kami tunda sambil menunggu kedua orag tuanya yang masih dalam perjalanan dari Garut diba di Bandung," ujar Ketua RT 02/11 Kelurahan Kopo, Dede Suherman, saat ditemui di kediaman Reihan di Gang Ata Kiria 1, Jalan Babakan Ciparay, RT 02/11, Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojong Loa Kaler, Kota Bandung, kemarin.

Halaman
1234
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved