Breaking News:

Unik, Pisang Ranggap Asli Maluku Tumbuh di Gunung Galunggung, Dipercaya Tingkatkan Vitalitas Pria

Ia mengatakan pernah ada tim dari ITB melakukan penelitian terhadap keberadaan pisang ranggap di Gunung Galunggung

Tribun Jabar/Firman Suryaman
Anita (22), penjual pisang ranggap di objek wisata Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (16/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA- Objek wisata kawasan Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, ternyata tak sekadar memiliki pesona alam yang spektakuler.

Di Objek wisata Gunung Galunggung ada pisang langka yang dinamai pisang ranggap oleh warga setempat. 

Pisang berukuran jumbo ini banyak dijual di lapak-lapak kaki lima sekitar lapang parkir kendaraan.

Pisang berwarna oranye ini dipercaya memiliki khasiat untuk mengobati penyakit tertentu, seperti diabetes dan bahkan menambah vitalitas.

"Ini pisang khas Gunung Galunggung dan dipercaya banyak khasiatnya untuk kesehatan," kata Anita (22), seorang penjual pisang ranggap, saat ditemui, Minggu (16/5/2021).

Anita menuturkan, keberadaan pisang ranggap sudah ada sejak sebelum Gunung Galunggung meletus April 1982.

Baca juga: DPRD Jabar Desak Penghentian Penambangan Galunggung di Leuweung Keusik

"Saya saat itu belum lahir, tapi kata orang tua saya pisang ranggap sudah ada," ujar Anita yang mengaku meneruskan usaha ayahnya jualan sayuran khas Gunung Galunggung serta pisang ranggap.

Pisang ranggap tumbuh secara sporadis di kaki gunung, terutama kawasan persawahan.

Menurut Anita, pisang ranggap tumbuhnya liar tanpa ditanam. "Tahu-tahu muncul tunas dan oleh kami langsung dipelihara," katanya.

Mengenai khasiatnya, kata Anita, pisang ranggap dipercaya mengobati penyakit diabetes dan ada juga untuk vitalitas.

"Katanya sih untuk diabetes dan vitalitas pria," ujar Anita sembari tersenyum.

Ia mengungkapkan, pernah ada tim dari ITB melakukan penelitian terhadap keberadaan pisang ranggap.

"Penelitian dilakukan karena pisang ranggap katanya hanya ada di Maluku," kata Anita. 

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved