Breaking News:

Ingin Segera Selesaikan Masalah Sampah, Wali Kota Bandung Senang Dikunjungi Pansus II DPRD Jabar

“Pertama Kota Bandung masih ada persoalan dengan PT BRIL, kami selesaikan,” ujar Oded M Danial.

Penulis: Tiah SM | Editor: Tarsisius Sutomonaio
tribunjabar/gani kurniawan
Wali Kota Bandung Oded M Danial di Balai Kota 2 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Wali Kota Bandung, Oded M Danial, antusias menyambut kedatangan rombongan Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Provinsi Jawa Barat karena bisa berdiskusi masalah penyelesaian sampah di Kota Bandung.

Menurut Oded M Danial, diskusi itu mengenai kerja sama penyelesaian masalah sampah ke Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka

Antusiasme Oded pada diskusi itu karena Kota Bandung masih menyisakan sejumlah persoalan sampah yang harus dibereskan.

“Mereka datang ke sini langsung dipimpin Ketua Pansus, Pak Abdy Yuhana dan Koordinator oleh Wakil Ketua DPRD, Ibu Ineu Purwadewi Sundari. Dalam pertemuan ini mereka hanya ingin mengeksplorasi progres ke TPA Legok Nangka,” ujar Oded usai menggelar pertemuan di Balai Kota Bandung, Selasa (18/5/2021).

Menurut Oded, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sedang berupaya menjalin komunikasi dengan PT Bandung Raya Indah Lestari (BRIL).

Komunikasi kedua pihak sempat tersendat lantaran ada proses hukum.

Baca juga: Volume Sampah di Purwakarta Naik Dua Kubik di Momen Lebaran, Petugas Belum Bisa Libur

Setelah ada putusan Mahkamah Agung yang menyatakan persoalan lelang PT BRIL tidak bermasalah, kini koordinasi kerja sama dirajut kembali oleh Pemkot Bandung. “Pertama Kota Bandung masih ada persoalan dengan PT BRIL, kami selesaikan,” ujar Oded M Danial.

Menurutnya, kemungkinan terbesar untuk koordinasi bersama PT BRIL membuka opsi bahwa kerja sama akan dilanjutkan.

Setelah mendapat solusi untuk PT BRIL, ucap Oded, Pemkot Bandung masih berkoordinasi untuk mencari kesepahaman mengenai besaran tiping fee yang harus dibayarkan oleh Pemkot Bandung kepada TPPAS Regional Legok Nangka.

Oded mengatakan, hingga kini, belum menemukan angka yang ideal besaran tiping fee yang harus dibayarkan untuk membuang 1.200 tom sampah per hari.

Baca juga: DLH Kota Cirebon Prediksi Volume Sampah Saat Lebaran Meningkat 10 Persen

“Kedua tentang besaran tiping fee kemampuan kita, itu terus kami bicarakan. Alhamdulillah, Pansus 2 ke sini sehingga kami bisa menyampaikan,” katanya. 

Ketua Pansus II DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdy Yohana, mengatakan kunjungan kerja ini sebagai wujud komitmen penuntasan masalah sampah

Ia menegaskan DPRD Provinsi Jawa Barat sangat serius dan fokus mendorong kerja sama penanganan sampah.

"Ini bagian dari upaya DPRD Provinsi Jawa Barat untuk menyelesaikan persoalan sampah yang terus menerus menjadi problem dari pemerintahan," katanya.  

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved