Breaking News:

Persib Bandung

Kapten Persib Bandung Supardi Sebut Liga 1 Lebih Cocok Pakai 2 Wilayah, Terakhir Maung Bandung Juara

Pemain Persib Bandung, Supardi Nasir, memiliki penilaian tersendiri tentang format yang cocok untuk diterapkan di Liga 1 2021.

Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Deni Denaswara
Supardi Nasir di laga Persib Bandung kontra Semen Padang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Pemain Persib Bandung, Supardi Nasir, memiliki penilaian tersendiri tentang format yang cocok untuk diterapkan di Liga 1 2021.

Menurut pemain asal Bangka Belitung itu, Liga 1 lebih cocok menggunakan sistem dua wilayah, yakni wilayah barat dan timur.

Apalagi saat ini, ucap kapten Persib Bandung itu, kondisi keuangan klub sedang sangat sulit untuk mengarungi sistem kompetisi penuh lantaran masih dalam pandemi Covid-19.

"Soal format kompetisi, menurut saya idealnya dengan letak geografis kita sekarang seperti Indonesia lebih cocok ke dua wilayah. Dengan itu sedikit menghemat administrasi tentunya. Tidak memberatkan tim. Maksudnya wilayah barat dengan wilayah timur," ujar Supardi Nasir kepada Tribun Jabar belum lama ini.

Supardi menambahkan, klub dapat menghemat pengeluaran untuk perjalanan karena jarak yang akan ditempuh tidak terlalu jauh.

Baca juga: Sedih Tak Bisa Lebaran Bersama Keluarga, Kiper Persib Bandung Aqil Savik Punya Alasan untuk bahagia

Selain itu, keterbatasan akses perjalanan dari satu kota ke kota lainnya akan membuat klub kesulitan ketika akan bertanding.

"Jarak tempuh juga tidak terlalu jauh. Itu pendapat yang menurut saya ideal," kata bek kiri Persib Bandung.

Dia pun kurang setuju jika sistem seperti Piala Menpora diterapkan di Liga 1 nanti. Menurutnya, sistem itu lebih cocok untuk turnamen. 

"Mungkin nanti di dua terbaik atau empat atau satu terbaik setiap grup diadukan lagi untuk jadi juara. Tapi yang penting bagi saya kalau pendapat saya idealnya memang dua wilayah. Sepeti itu pendapat saya," ujar Supardi Nasir.

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil meluapkan kegembiraannya (ketiga dari kanan, kenakan iket dan berkacamata) saat Persib Bandung berhasil menjadi juara Liga Super Indonesia 2014, Jumat (7/11/2014).
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil meluapkan kegembiraannya (ketiga dari kanan, kenakan iket dan berkacamata) saat Persib Bandung berhasil menjadi juara Liga Super Indonesia 2014, Jumat (7/11/2014). (TRIBUN JABAR / DENI DENASWARA)

Sistem dua wilayah ini sebenarnya bukan hal asing di sepak bola Indonesia. Sistem ini sempat diterapkan pada musim 1994 sampai 2002.

Setelah sempat berganti menjadi format menjadi sistem kompetisi pada musim 2003 dan 2004, dua wilayah kembali diterapkan pada 2005 hingga 2007.

Memasuki era profesional pada tahun 2008, sistem kompetisi penuh kembali diterapkan. Sampai akhirnya pada musim 2014, dua wilayah kembali diberlakukan dan kala itu Persib Bandung menjadi juara.

Memasuki era Liga 1 di tahun 2017, PSSI akhirnya mengembalikan sistem kompetisi penuh hingga musim 2020 sebelum terhenti karena Covid-19.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved