Breaking News:

Bingung di kWh Meter Ada Tulisan Periksa, Lapor Melalui PLN Mobile Dulu Aja!

Sejak pindah ke Soreang, sudah hampir 5 bulan Popon tinggal di rumahnya yang baru. Lokasi yang strategis dan tetangga-tetangganya yang baik membuat di

Editor: bisnistribunjabar
Istimewa
Aplikasi New PLN Mobile 

TRIBUNJABAR.ID - Sejak pindah ke Soreang, sudah hampir 5 bulan Popon tinggal di rumahnya yang baru. Lokasi yang strategis dan tetangga-tetangganya yang baik membuat dia merasa betah dan nyaman tinggal diperumahan tersebut. Namun, berapa bulan ini Popon merasa terusik karena tiba tiba layar di kWh meternya muncul tulisan "periksa".

Saat mengetahui ada tulisan "periksa", awalnya Popon bersikap tenang karena dia mengira tulisan tersebut akan hilang sendiri lagipula listriknya masih menyala. Tapi beberapa hari kemudian, alangkah terkejutnya dia ketika kWh meternya mengeluarkan signal token habis. Selanjutnya, Popon menjadi panik saat token yang dimasukkan ke kWh meternya tidak berhasil masuk. Dia lalu menghubungi ketua RT untuk bertanya lokasi kantor PLN agar dia bisa melaporkan masalahnya. Oleh ketua RT, Popon disarankan untuk menghubungi PLN melalui PLN Mobile saja karena lebih mudah dan cepat. Berikut langkah-langkah laporan pengaduan melalui PLN Mobile:

  • Buka Profil di sudut kanan atas (di sebelah ikon bel)
  • Pilih bantuan
  • Pilih saluran yang diinginkan, email/call center/ live chat
  • Apabila pilih live chat, pelanggan bida langsung chat dengan tim PLN 123 dan menyampaikan laporannya

Setelah diberitahu ketua RT, Popon lalu bergegas menghubungi PLN melalui Live Chat PLN Mobile. Tak selang beberapa lama melapor, petugas PLN mendatangi rumah Popon. Pada pengecekan kWh Meter pertama kali, petugas menyampaikan bahwa permasalahan tidak pada kondisi meterannya namun pada instalasi listrik didalam rumahnya dimana hal tersebut merupakan wewenang pelanggan, bukan PLN. Selanjutnya, sehubungan token Popon sudah akan habis namun tidak bisa memasukkan token, petugas memberikan kode temper sementara agar bisa memasukkan token. Petugas menyarankan agar Popon besok segera mengecek instalasi listriknya untuk diperbaiki.

Setelah satu bulan berlalu, Popon masih lupa mengecek instalasi rumahnya sehingga tulisan periksa muncul kembali di kWh Meternya. Hal ini terus berulang sampai pada ketiga kalinya Popon merasa kesal karena dia belum menyimpan file tugasnya saat token listrik habis. Hal ini menyebabkan tugas yang dikerjakannya hilang. Keesokannya Popon lalu menghubungi instalastir listrik resmi untuk memerikasakan instalasi listriknya.

Dari hasil pemeriksaan instalatir, diketahui bahwa kabel instalasi listrik yang ada diatap rumahnya sudah mengelupas dan digigiti tikus. Hal ini membahayakan karena dapat menyebabkan konsleting listrik atau kebakaran apabila tidak segera diganti. Mengetahui hal tersebut, Popon lalu meminta petugas instalatir untuk mengganti kabel kabelnya. Dengan adanya tulisan 'Periksa" di kWh Meter, Popon sangat bersyukur karena dia dapat mencegah resiko adanya kebakaran akibat konsleting.

Ternyata ada beberapa factor yang menyebabkan muncul tulisan periksa pada kWh Meter prabayar

  • Kabel Tidak Standar
    Kualitas kabel yang spesifikasinya rendah atau dibawah standar SNI akan rawan memunculkan tulisan periksa. Oleh karena itu, pelanggan sebaiknya cek kualitas kabelnya.
  • Letak Ground:
    Arus balik pembumian disebabkan oleh cara system pembumian instalasi rumah yang buruk. Olehkarena itu, lakukan pemeriksaan secara berkala dan pastikan instalasi listrik pelanggan telah memiliki SLO
  • Temper Menyala
    Tombol temper ini akan menyala jika ada orang yang sengaja maupun tidk sengaja membuka kotak meteran. Jika terbuka maka otomatis tombol temper menyala. Oleh karena itu, jangan mengutak-atik kWh meter sendiri, karena bisa saja pelanggan tanpa sadar melakukan sesuatu tindakan yang tidak dibolehkan dalam aturan Penertiban Penggunaan Tenaga Listrik (P2TL).
  • Listrik Bocor
    Faktor ini yang paling sering dialami oleh pelanggan, seperti halnya Popon. Kebocoran listrik ini bisa karena kabel terkelupas, sambungan kabel longgar karena tidak tertutup isolative dengan baik.
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved