Breaking News:

1.487 Pemudik Jalani Isolasi Mandiri, Tak Ada yang Dirujuk ke Rumah Sakit

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Provinsi Jawa Barat mencatat sebanyak 1.494 orang pemudik lolos hingga Minggu (16/5/2021).

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Kepala DPM-Desa Jabar Bambang Tirtoyuliono saat melakukan monitoring dan evaluasi di Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (16/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Provinsi Jawa Barat mencatat sebanyak 1.494 orang pemudik lolos hingga Minggu (16/5/2021).

Dari jumlah tersebut, 1.487 orang di antaranya melakukan isolasi mandiri di rumah keluarga masing-masing sambil diawasi satgas setempat, sedangkan tujuh orang di antaranya memanfaatkan ruang karantina yang disediakan oleh pemerintah desa/kelurahan.

Kepala DPM-Desa Jabar Bambang Tirtoyuliono mengatakan pihaknya sudah melakukan monitoring dan evaluasi (monev) Penyelenggaraan Penanganan Pemudik di Desa dan Kelurahan pada momentum Lebaran 1442 H/2021.

Baca juga: Pemudik yang Positif Covid-19 Boleh Lanjutkan Perjalanan, tapi Harus Lakukan Ini

DPM-Desa Jabar melakukan monev dengan sampling terhadap 40 desa/kelurahan atau dua desa/kelurahan di 20 Kabupaten/Kota di Jabar terkait jumlah pemudik yang lolos.

Ketujuh orang yang diisolasi di gedung pemerintah di antaranya, 4 orang di Kota Bogor yang menempati Wisma BPKP Ciawi, dan 3 orang Kota Bekasi yang menempati Posko RW Kel. Jatiasih Kecamaran Jatiasih.

Tidak ada yang dirujuk ke rumah sakit.

Selama peniadaan mudik berlangsung di 5.899 desa dan kelurahan di Jabar, terdapat posko mudik tingkat desa sebanyak 13.523 dan di tingkat kelurahan sebanyak 2.789 posko. Selain itu, 4.229 unit ruang karantina terdapat di desa dan 619 unit di kelurahan.

Bambang Tirtoyuliono mengatakan, jumlah tersebut belum bisa menjadi representasi secara keseluruhan karena masih ada 7 kota/kabupaten yang belum melaporkan data terbarunya.

"Walaupun itu data bukan representasi, yang bisa diinformasikan bahwa upaya antisipasi pemerintah desa dan kelurahan cukup efektif," ujar Bambang melalui ponsel, Senin (17/5/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved